Minggu, 23 November 2014
Bangka Pos

Cina Ditahan Indonesia 2-2 di Arena Catur

Jumat, 5 Juli 2013 23:21 WIB

TRIBUNNEWS.COM, INCHEON - Ini bukanlah berita mengenai tim Indonesia yang mendapatkan medali. Ini juga bukan hasil yang memastikan tim Indonesia mendapatkan medali. Bukan, bukan itu.

Tapi ini sudah pasti hasil yang membanggakan. Ini cuma hasil seri 2-2 melawan unggulan pertama tim Cina pada babak kedua Asian Indoor & Martial Arts Games di Yonsei University International Campus, Incheon, Korsel. Tetapi hasil ini sungguh membuat para pecatur Indonesia mampu berdiri sama tegaknya dengan tim-tim catur kuat Asia lainnya!

Bayangkan Cina baru saja merebut empat dari enam medali yang dipertandingkan di nomor perseorangan catur klasik putra dan putri dalam ajang Asian Indoor & Martial Arts Games yang berlangsung di Incheon, Korsel. Cina menyabet 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Satu perak lainnya disabet pecatur Uni Emirat Arab GM Abdulrahman Mohamed Saleh Salem. Sedangkan satu perunggu lainnya direbut WGM Bhakti Pradip Kulkarni dari India.

Tim Cina yang merebut empat medali itulah yang diturunkan Cina ketika jumpa tim Indonesia pada babak kedua nomor catur cepat beregu campuran, Kamis (4/7) malam. Mereka adalah GM Ding Liren (2702). Iya, itu bukan salah tulis. Rating si Ding ini memang sudah di atas 2700. Ding adalah juara Cina empat kali walau usianya masih muda. Di Incheon cuma dapat perunggu karena pada babak terakhir kalah lawan Abdulrahman Salem.

Papan duanya GM Yu Yangyi (2675) yang tahun lalu menjadi juara Indonesia Open. Yu inilah yang menyabet emas di Incheon. Lalu papan tiganya juara dunia catur putri 2010-2012 GM Hou Yifan (2595). Hou inilah yang menyabet medali emas perorangan putri.

Sedang papan keempatnya juara tiga dunia putri 2010 GM Zhao Xue (2565). Zhao adalah yang menyabet perak di Incheon. Dua nama perempuan terakhir itu memang sudah bergelar GM putra, dan rating mereka wow, sudah mendekati angka 2600! Rating dua perempuan itu bahkan lebih tinggi dari rating pecatur nomor satu Indonesia saat ini GM Utut Adianto yang 2548.

Merekalah yang dihadapi tim Indonesia yang terdiri dari GM Susanto Megaranto (2524), IM Farid Firman Syah (2396), WGM Irine Kharisma Sukandar (2364), dan WIM Chelsie Monica Sihite (2285). Melihat perbedaan gelar dan rating yang demikian jomplang itu, rasanya semua orang akan dengan mudah mengatakan tim Indonesia akan takluk 0-4 secara mudah.

Fakta di lapangannya tidaklah demikian. Kalau anda orang Indonesia yang menyaksikannya secara live di http://livegames.fide.com/incheon2013/inner.html. Jantung anda pasti akan berdebar-debar terus. Karena pertandingan berjalan ketat dan pada momen tertentu, sepertinya dua papan unggul buat Indonesia, sedang dua papan lainnya seimbang. Jadi bisa dibayangkan betapa keras debar-debar jantung saya yang tepat berada di sisi meja-meja mereka itu.

Editor: emil
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas