Chua: Jangan Abaikan Gangguan Tulang Belakang Anda

Tulang belakang merupakan salah satu bagian terkuat dalam tubuh. Begitu tulang penopang utama tubuh ini terganggu

Chua: Jangan Abaikan Gangguan Tulang Belakang Anda
Shutterstock
ILUSTRASI

BANGKAPOS.COM - Tulang belakang merupakan salah satu bagian terkuat dalam tubuh. Begitu tulang penopang utama tubuh ini terganggu, rasa sakit akan menyerang sehingga produktivitas terganggu. Itu sebabnya jangan abaikan keluhan nyeri tulang belakang.

Sebagai makhluk berkaki dua yang berdiri tegak, tulang belakang manusia merupakan organ tubuh teramat vital karena berfungsi menopang berat badan. Tulang belakang meliputi tulang leher (cervical), bagian tengah belakang (thoracal), dan bawah belakang (lumbal/pinggang).

Struktur punggung yang rumit ini dapat digerakkan membungkuk, memutar dan menyangga beban yang dibawa manusia, sehingga juga rentan terkena masalah. Perubahan struktur atau keseimbangan sekecil apa pun bisa menimbulkan nyeri ketika bergerak.

Bila saraf spinalis yang berada di sepanjang tulang belakang sampai cedera, akan timbul risiko nyeri atau mati rasa pada sebagian tubuh. Sedangkan cedera punggung berat dapat menimbulkan kerusakan permanen pada saraf spinalis serta kelumpuhan.

Ahli bedah tulang belakang dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura, Dr.Chua Soo Young, menjelaskan, gangguan pada tulang belakang bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya gangguan otot, tulang yang hancur, gangguan pada sendi, infeksi, sampai tumor.

Namun sebagian besar orang dengan keluhan nyeri tulang belakang disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik, postur tubuh yang buruk, kegemukan, dan mengalami stres fisik dan mental.

Selain itu ada faktor risiko yang terkait dengan pekerjaan, termasuk kerja fisik yang berat, melakukan pekerjaan dengan posisi statis seperti berdiri diam atau duduk di satu tempat dalam waktu lama.

"Pada orang yang pekerjaannya sering menggerakkan leher, misalnya polisi atau sopir taksi, biasanya sering mengelami gangguan nyeri leher," katanya ketika ditemui dalam sebuah acara di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan

Chua menjelaskan, penanganan gangguan tulang belakang sangat bergantung pada hasil pemeriksaan awal. "Untuk memastikan dengan akurat masalahnya harus dilakukan pemindaian," kata dokter yang sempat menjadi Wakil Kepala Pelayanan Tulang Belakang pada Changi General Hospital, Singapura, ini.

Halaman
12
Tags
Kesehatan
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved