Jumat, 6 Maret 2015

Mesir Rusuh, Mahasiswa Kalsel Bertahan di Wisma

Sabtu, 6 Juli 2013 15:14 WIB

BANGKAPOS.COM, KAIRO - Intervensi militer menggulingkan Presiden Mesir, Muhammad Mursi, ternyata bukan mengakhiri konflik. Situasi di negara piramida itu tetap `memanas' karena pendukung Mursi, terutama di luar Ibu Kota Mesir, Kairo, mulai melakukan perlawanan. Mereka menyerang pos militer-pos militer.

Gentingnya kondisi membuat Kedubes Indonesia melarang warga negara Indonesia (WNI) terlibat dalam konflik politik itu. Mereka juga diimbau tidak keluar rumah, apabila tidak ada kepentingan yang mendesak.

Di antara para WNI itu terdapat sekitar 150 warga Kalimantan Selatan, yang kesemuanya berstatus mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo. Mereka juga memilih `bertahan' di rumah, wisma atau kontrakan masing-masing.

"Iya kekawanan kita banyak di sana. Berdasar informasi yang kami peroleh, sampai saat ini mereka masih aman. Suasananya tidak segenting kemarin, tetapi mereka tetap memilih berdiam diri di rumah," ungkap pengurus Perhimpunan Alumni Mesir (Forsilam) Kalsel, H Gusti Makmur kepada Banjarmasin Post (Tribunnews.com Network), Jumat (5/7/2013).

Diungkapkan dia, Forsilam secara intensif melakukan komunikasi dan memantau perkembangan situasi di Mesir pascajatuhnya Mursi.

"Sementara ini teman-teman di sana berkecukupan makannya. Mereka juga masih bisa bersosialisasi. Kalau dulu kan sampai di-sweeping, sekarang tidak sampai demikian. Kuliah juga tidak tiap hari," ucap dia.

Salah seorang mahasiswa dari Kalsel adalah Zainuddin dari Nagara, Hulu Sungai Selatan (HSS). Dia mengakui sudah kesulitas melakukan komunikasi melalui telepon. Komunikasi melalui jaringan internet seperti e-mail dan chatting di situs jejaring sosial juga tidak selancar hari-hari sebelumnya.

Halaman123
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas