Mesir Rusuh, Mahasiswa Kalsel Bertahan di Wisma

Intervensi militer menggulingkan Presiden Mesir, Muhammad Mursi, ternyata bukan mengakhiri konflik.

BANGKAPOS.COM, KAIRO - Intervensi militer menggulingkan Presiden Mesir, Muhammad Mursi, ternyata bukan mengakhiri konflik. Situasi di negara piramida itu tetap `memanas' karena pendukung Mursi, terutama di luar Ibu Kota Mesir, Kairo, mulai melakukan perlawanan. Mereka menyerang pos militer-pos militer.

Gentingnya kondisi membuat Kedubes Indonesia melarang warga negara Indonesia (WNI) terlibat dalam konflik politik itu. Mereka juga diimbau tidak keluar rumah, apabila tidak ada kepentingan yang mendesak.

Di antara para WNI itu terdapat sekitar 150 warga Kalimantan Selatan, yang kesemuanya berstatus mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo. Mereka juga memilih `bertahan' di rumah, wisma atau kontrakan masing-masing.

"Iya kekawanan kita banyak di sana. Berdasar informasi yang kami peroleh, sampai saat ini mereka masih aman. Suasananya tidak segenting kemarin, tetapi mereka tetap memilih berdiam diri di rumah," ungkap pengurus Perhimpunan Alumni Mesir (Forsilam) Kalsel, H Gusti Makmur kepada Banjarmasin Post (Tribunnews.com Network), Jumat (5/7/2013).

Diungkapkan dia, Forsilam secara intensif melakukan komunikasi dan memantau perkembangan situasi di Mesir pascajatuhnya Mursi.

"Sementara ini teman-teman di sana berkecukupan makannya. Mereka juga masih bisa bersosialisasi. Kalau dulu kan sampai di-sweeping, sekarang tidak sampai demikian. Kuliah juga tidak tiap hari," ucap dia.

Salah seorang mahasiswa dari Kalsel adalah Zainuddin dari Nagara, Hulu Sungai Selatan (HSS). Dia mengakui sudah kesulitas melakukan komunikasi melalui telepon. Komunikasi melalui jaringan internet seperti e-mail dan chatting di situs jejaring sosial juga tidak selancar hari-hari sebelumnya.

Bila melalui SMS (pesan singkat), selain tarifnya mahal, juga lambat bahkan gagal terkirim. "Maaf padahal tadi sudah siap di depan komputer, tiba-tiba koneksinya putus," kata dia kepada koran ini. Semula percakapan hendak memakai fasilitas chat di facebook. Karena sering putus, akhirnya menggunakan SMS.

Zainuddin tidak menampik kondisi Mesir sedang `panas' terutama di kawasan-kawasan yang menjadi pusat aksi massa. Dia mengatakan, bersama 45 mahasiswa Kalsel yang tinggalbersama di Wisma Kalimantan, dalam kondisi baik. "Alhamdulillah kami  aman dan baik-baik saja. Kami tadi juga masih bisa Salat Jumat secara lancar di masjid dekat wisma," katanya.

Meski demikian, Zainuddin mengatakan harus tetap siaga dan waspada, apalagi bila keluar wisma. "Kita tetap waspada dan hati-hati kalau keluar, karena kurang kondusif. Preman-preman dan maling sudah berkeliaran memanfaatkan kesempatan," ujar dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help