Pertahankan Otot Jantung, Mencegah Kematian

Serangan jantung adalah kondisi yang berakibat fatal. Penanganan yang terlambat bisa membuat otot-otot jantung mati dan tidak lagi mampu

Pertahankan Otot Jantung, Mencegah Kematian
SHUTTERSTOCK
lustrasi

BANGKAPOS.COM - Serangan jantung adalah kondisi yang berakibat fatal. Penanganan yang terlambat bisa membuat otot-otot jantung mati dan tidak lagi mampu mengalirkan pasokan darah ke seluruh tubuh.

Serangan jantung atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan infark miokard akut, pada umumnya disebabkan karena sumbatan pada pembuluh darah atau disebut dengan penyakit jantung koroner.

Pembuluh koroner mengalirkan darah ke otot jantung sehingga organ itu memperoleh oksigen dan nutrisi untuk berkontraksi tanpa henti. Penyumbatan itu menghambat aliran oksigen dan nutrisi ke otot jantung berkurang sehingga terjadilah gangguan keseimbangan yang berujung pada kerusakan otot jantung.

Pengobatan atau terapi yang diberikan pada pasien serangan jantung hanya sanggup memperlambat kerusakan yang terjadi. "Otot jantung yang sudah terlanjur mati tidak bisa sembuh. Hanya bisa dicegah supaya kerusakannya tidak meluas," kata ahli jantung dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP, dari RS.Bunda Jakarta.

Saat terjadi serangan jantung, setiap menit yang berlalu membuat semakin banyak jaringan otot yang kekurangan oksigen menjadi rusak atau mati, membentuk jaringan parut, dan menimbulkan rasa sakit dan tekanan.

"Waktu adalah otot. Kalimat ini benar bagi penderita serangan jantung," kata Dicky.
Karena itulah makin cepat pertolongan diberikan, maka sumbatan pada arteri koroner bisa segera diatasi. Sehingga, pasokan oksigen dan nutrisi ke otot jantung kembali normal.

Penyempitan

Serangan jantung dan gangguan jantung lainnya terjadi karena adanya sumbatan atau penyempitan pada salah satu atau lebih pembuluh darah.

Penyempitan arteri koroner sebetulnya adalah keadaan normal. Semakin tua tentu organ tubuh tidak lagi berfungsi baik.  "Namun hal tersebut bila terjadi di usia minimal 70 tahun. Jika terjadi di usia 40, 50, 60 pasti ada yang salah dan harus diperbaiki," kata Dicky.

Kesalahan tersebut antara lain pola makan tinggi lemak jenuh, kurang olahraga, dan merokok. Ketiga kebiasaan ini memacu penyempitan arteri koroner terjadi lebih cepat.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help