Minggu, 23 November 2014
Bangka Pos

Bambang : Permendag 32/2013 Menimbulkan Celah

Senin, 15 Juli 2013 21:48 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Pengamat pertimahan Bambang Herdiansyah mengatakan, revisi Permendag Nomor 78 Tahun 2012 menjadi Permendag Nomor 32 Tahun 2013 tentang aturan ekspor timah menimbulkan celah.

Bambang mengatakan, dirinya lebih mempertanyakan maksud revisi terhadap Permendag 78 Tahun 2013 padahal belum di terapkan.

"Aturan belum dicoba tiba-tiba direvisi. ini ada apa, mengapa bisa direvisi," kata Bambang, Senin (15/7/2013).

Dia menilai perubahan aturan ini semacam permintaan pihak yang memiliki kepentingan. "Lihat saja, ketika tahu ada revisi, smelter jor-joran ekspor," kata Bambang.

Terkait tata kelola ekspor timah, menurut Bambang sebenarnya sangatlah sederhana. Pengetatan harusnya dilakukan di lembaga sertivikasi.

"Kalau sertivikasi tidak optimal, mulai dari penelitian kadar timbal sudah benar, begitu juga asal usul barang jelas, sebenarnya tidak masalah. Makanya Surveyor saya minta KPK mengawasinya, celahnya disitu," kata Bambang.

Pasalnya jika sertivikasi sudah berjalan dengan benar, menurut Bambang pengaturan ekspor akan sesuai aturan. "Intinya di sertivikasi Surveyor, butuh komitmen," katanya.

Soal ekspor satu pintu menurut Bambang, itu bisa terjadi. Namun dari segi pembenahan tata kelola penambangan, aturan itu belum bisa menjadi acuan.

"Saya justru khawatirnya manipulasi data produk semakin rentan terjadi. Penyelundupan kemungkinan kecil, apalagi ada celah timah dalam bentuk lain selain batangan diberi tenggat waktu hingag 1 Januari 2015," tandasnya.

Penulis: teddymalaka
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas