Nonita Masih Bebas Gunakan Hp di Sel Polda Babel

Meski telah berada ditahanan Polda Babel, Hj Nonita salah satu tersangka dari dua orang tersangka yang terseret dalam kasus dugaan penipuan

Nonita Masih Bebas Gunakan Hp di Sel Polda Babel
net
ilustrasi

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Meski telah berada ditahanan Polda Babel, Hj Nonita salah satu tersangka dari dua orang tersangka yang terseret dalam kasus dugaan penipuan terhadap para calon jemaah yang gagal berangkat menunaikan ibadah umroh,  masih bebas berkomunikasi melalui telepon genggam yang digunakannya di dalam sel Polda Babel.

Penggunaan telepon seluler tersebut diketahui setelah wartawan Bangka Pos Group (bangkapos.com) menelusuri kebenaran informasi yang diterima, bahwa Hj Nonita saat ini bebas menggunakan telepon seluler sejak hari pertama mendekam di sel Polda Babel.

Pada Jumat (19/7/2013) siang, sekitar pukul 11.00 wib, wartawan Bangka Pos Group mencoba menghubungi nomor ponsel milik tersangka Hj Nonita dan berkomunikasi.

Namun, saat disinggung perihal dirinya dapat berkomunikasi di sel tahanan Mapolda Babel, Nonita mengaku hal itu demi mengurus kepentingan bisnis biro jasa perjalanan umroh/haji bagi bagi para calon jemaah yang masih dalam kepengurusannya.

"Name juga nak nyari duit kan perlu berkomunikasi. Dan lagi saya ini mau menghubungi orang-orang yang mau bayar uang (calon jemaah--red). Jadi kan perlu komunikasi," ujar Nonita dalam pembicaraan ditelepon Jumat siang.

Untuk memastikan keberadaan Nonita apakah sudah memperoleh penangguhan penahnan atau belum, Bangka Pos Group mencoba menanyakan dengan anggota Polisi yang ada di Polda, yang enggan disebut namanya. Anggota tersebut mengaku bahwa Hj Nonita masih ditahan di sel Polda Babel.

Terkait hal itu, Bangka Pos Group mencoba mengkonfirmasi terkait dengan bebasnya tahanan di sel Polda Babel menggunakan telelpon seluler kepada Humas Polda Babel.

Kepala Bidang Humas Polda Babel AKBP Riza Yulianto seizin Kapolda Babel Brigjend Pol Budi Hartono Untung ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan, hal itu adalah perbuatan yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

"Handphone termasuk benda yang tidak boleh ada/digunakan tahanan di dalam  ruang tahanan.  Petugas jaga tahanan harus lebih teliti dan selektif terhadap barang bawaan keluarga yang akan membesuk tahanan," kata Riza kepada Bangka Pos Group.

Penulis: ryan augusta
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved