Diduga Korupsi, Dua Oknum PNS Bateng Ditangkap

Dua oknum PNS Pemkab Bangka Tengah (Bateng), yakni mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (DPP) Bateng, DS (44)dan Kabid Peternakan DPP

Diduga Korupsi, Dua Oknum PNS Bateng Ditangkap
bangkapos.com/zulkodri
Kapolres Bangka Tengah, AKBP M Setyobudi

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua oknum PNS Pemkab Bangka Tengah (Bateng), yakni mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Bateng, DS (44)dan Kabid Peternakan DPP, ER (43) diamankan Satreskrim Polres Bateng, Jumat (2/08/2013), sekitar pukul 14.00 WIB di area perkantoran Pemkab Bateng.

Kedua oknum PNS tersebut diamankan karena diduga terlibat secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dana perguliran ternak sapi DPP Bateng yang menggunakan APBD Kabupaten Bateng tahun 2011. 

Sebelum dilakukannya pengamanan terhadap Ds dan Er, jajaran Satreksrim Polres Bateng terlebih dahulu mengamankan JN (42) di kediamannya di Pangkalpinang Pintu Air Atas, Kamis (1/7/2013) sekitar pukul 20.00 WIB, yang sebelumnya menjabat Kabag Operasional Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bangka Tengah Prima.

Informasi dihimpun bangkapos.com pada Jumat (2/8/2013), penangkapan terhadap JN ini berdasarkan hasil audit BPKP, terhadap penggunaan dana bergulir ternak sapi DPP Bateng dengan menggunakan APBD Bateng tahun 2011 tertanggal 22 Juli 2013. Dari hasil audit terdapat kerugian negara senilai Rp 245.291.000.

Kapolres Bangka Tengah, AKBP M Setyobudi mengatakan, dugaan tindak pidana korusi dana perguliran sapi mengunakan dana APBD 2011 dengan pagu dana Rp 4.250.008.000,-, bermula dari adanya kejanggalan yang diaudit oleh Direktur BUMD PT Bangka Tengah Prima, Hasanudin Sugiarto Efendi yang melihat adanya selisih uang pembelian bibit sapi kedua.

Untuk diketahui, tahun 2011 pemkab Bateng memiliki program pembelian 600 ekor bibit sapi ternak senilai Rp 4.250.008.000,-, dengan rincian sapi penjantan 24 ekor, sapi jantan pengemukan 216 ekor, dan sapi betina 360 ekor.
Pada saat itu, yang menang lelang adalah CV Mutiara Indah Permai dari Aceh dengan harga penawaran Rp 3.984.000.000,-. Pembelian 600 ekor bibit sapi ini, disebarkan ke 12 kelompok tani di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah.

Agustus 2011 diadakan pertemuan kelompok tani, dengan Dinas perkebunan dan peternakan. Ada perjanjian, penjualan sapi jantan pengemukan dapat dilakukan masing-masing peternak kepada calon pembeli dan atau Badan Usaha Milik Daerah PT Bangka Tengah Prima. Setiap penjualan harus dapat rekomendasi petugas lapangan.

Dimana harga sapi yang sudah besar harus menyetor ke PT Bangka Tengah Prima. Sedangkan yang harga diatas Rp 6,5 juta harus dijual ke PT Bangka Tengah Prima.

Kemudian untuk menjalankan itu, Direktur PT Bangka Tengah Prima, Hasanudin Sugiarto Efendi menunjuk JN selaku kabag operasional.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: zulkodri
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help