MUI Semprit Tiga Stasiun TV yang Tidak Mendidik Saat Ramadan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat merilis catatan penilaian terhadap penayangan program di sejumlah televisi terkait acara Ramadan.

MUI Semprit Tiga Stasiun TV yang Tidak Mendidik Saat Ramadan
TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA
Salah satu adegan dalam acara tayangan Ramadhan di salah satu stasiun televisi swasta

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat merilis catatan penilaian terhadap penayangan program di sejumlah televisi terkait acara Ramadan. 

Melalui situs resminya, MUI memberikan catatan serius terhadap tiga tayangan stasiun televisi yang dinilai menyajikan tayangan tidak mendidik dan tidak sejalan dengan semangat Ramadan.

"Tiga stasiun televisi tersebut menayangkan lawakan yang berisi pelecehan, jauh dari nilai Ramadan, hingga lawakan konyol," kata anggota Komisi Infokom MUI, Usman Yatim, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Usman mengatakan, program Ramadan yang mendapat catatan serius adalah Yuk Kita Sahur dan Karnaval Ramadhan (Trans TV), Sahurnya OVJ (Trans 7), serta Sahurnya Pesbukers (ANTV).

Tim Pemantau MUI juga mencatat beberapa stasiun televisi yang mengalami perubahan signifikan dengan memperbaiki program acara edisi Ramadhannya. "Kini di dua stasiun TV itu (RCTI dan Indosiar) tidak ada lagi komedi sarkastik seperti tahun lalu," tambah Usman.

Dapat apresiasi
Tak hanya memberi catatan serius, MUI juga mengapresiasi sejumlah stasiun televisi yang menampilkan program berkualitas dan sarat nilai religi.

Mereka adalah Metro TV, TV One, TVRI, dan Jak TV. Sementara itu, beberapa program tayangan komedi yang dikelola positif juga mendapat apresiasi. Sebut saja, Udah Sahur Belum (Kompas TV), Kolak Candil (Global TV), dan Tuan Abu dan Bung Nawas (MNC TV).

"Kami meminta agar stasiun TV menayangkan humor-humor yang sehat," tambah dia.

Satu di antara sekian stasiun televisi yang mendapat apresiasi MUI adalah Kompas TV, yang tidak mendapat kritik dari MUI.

Usman menuturkan, baru tahun ini Tim MUI memantau Kompas TV. Stasiun televisi Kompas Gramedia Group tersebut dinilai menyajikan program Ramadan yang kreatif, informatif, hiburan sehat, dan syarat akan edukasi.

Tim Pemantau MUI juga menilai Kompas TV kompatibel dengan penguatan spirit Ramadan.

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia, Iddy Muzayyad, mengatakan KPI telah melayangkan enam surat teguran yakni Sahurnya Pesbukers (ANTV), Hafidz Indonesia (RCTI), Sahurnya OVJ (Trans 7), Yuk Kita Sahur (Trans TV), Karnaval Ramadhan (Trans TV), dan Mengetuk Pintu Hati (SCTV).

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved