JK Minta KPK Tak Ragu Periksa Setya Novanto

Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla meminta KPK agar jangan ragu memeriksa Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto

JK Minta KPK Tak Ragu Periksa Setya Novanto
Warta Kota/adhy kelana
PENANGGULANGAN BANJIR-- Pimpinan Zurich untuk Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika, Geoff Riddell bersama Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla usai menandatangani kerja sama dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap banjir di Gedung PMI, Jakarta, Rabu (24/7). Perjanjian ini meliputi komitmen 5 tahun dengan total anggaran hingga 5 juta Swiss Franc yang merupakan bagian dari program ketahanan banjir Zurich Insurance Group.

Laporan Wartawan Warta Kota, Leonard AL Cahyoputra

BANGKAPOS.COM - Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) meminta KPK agar jangan ragu memeriksa Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto, yang disebut terpidana suap wisma atlet, M Nazaruddin kecipratan duit ratusan milliar rupiah dari sejumlah proyek pemerintah yang pernah dibahas di DPR.

"Bagi kita siapa saja, tidak melihat partai, selama ada kasus yang merugikan negara memang harus diusut. Siapapun itu," kata Kalla kepada wartawan saat open house di rumahnya di Jalan Brawijaya no 6, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2013).

Menurut Kalla, informasi-informasi seperti itu harus ditelisik setiap kebenarannya oleh KPK.
Menurut Ketua Umum PMI ini di setiap partai pasti ada oknum-oknum yang bermain. "kita tidak melihat dari partai tapi orangnya," jelas Kalla.

Saat ditanya soal peranan Setya di Partai Golkar, Ia mengaku tidak tahu, "Waktu zaman saya, Setya tidak terlalu aktif di partai. Jadi zaman itu tidak punya peranan," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu. M Nazaruddin kembali berkicau mengenai dugaan korupsi yang dilakukan oleh sejumlah elit di DPR. Diantaranya, Bendum Partai Golkar Setya Novanto. Dia disebut terlibat dalam korupsi E-KTP yang nilainya trilliunan rupiah dan proyek pengadaan pesawat merpati jenis MA 60 yang nilainya mencapai  200 juta dollar AS. Nazaruddin juga menyebutkan Wabendum Golkar, Bambang Soesatyo, terlibat aliran dana di Korlantas Polri.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved