Mau Peras PKL, Langkahi Dulu Panglima Betawi

Tokoh masyarakat Tanah Abang M. Yusuf Muhi alias Bang Ucu menyatakan sangat mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang merelokasi

Mau Peras PKL, Langkahi Dulu Panglima Betawi
KOMPAS.com/ALSADAD RUDI
Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah (baju putih) memimpin apel kesiapan pasukan sebelum dimulainya kegiatan penertiban dan penataan pedagang kaki lima di Jalan Kebon Jati, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013) pagi.

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Tokoh masyarakat Tanah Abang M. Yusuf Muhi alias Bang Ucu menyatakan sangat mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang merelokasi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam Gedung Pasar Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya, dengan berjualan di dalam gedung, keamanan PKL akan terjamin dan tidak bakal ada lagi oknum-oknum yang melakukan pemerasan.

"Kalau di jalan banyak yang mintain, kalau di sini (Pasar Blok G), siapa yang mau minta? Langkahi dulu gue panglima perang Betawi," ujar Bang Ucu, saat ditemui di Rumah Potong Hewan (RPH) Gedung Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2013).

Saat ditanya oknum yang melakukan pemerasan selama ini, Ucu mengatakan tidak mengetahui secara pasti. Namun menurutnya, jika dia mengetahui, orang itu tidak akan selamat.

"Ya ada cecunguk-cecunguk yang suruh (PKL berjualan di jalan). Kalau gue tahu udah gue sikat," ujarnya.

Ucu bercerita, PKL Tanah Abang mulai tidak tertib setelah ia pergi ke Bogor dan meninggalkan kawasan tersebut sekitar 2004. Menurutnya, sejak dari dulu sebenarnya dia tidak setuju dengan PKL yang berjualan di pinggir jalan.

"Saya dari dulu yang bantuin (Pemerintah Provinsi DKI). Saya yang kasih ultimatum ke PKL, mereka ngerti. Setelah saya ke Bogor, (PKL) pada bandel lagi," ungkap Bang Ucu.

"Saya di Bogor hanya untuk iktikaf doang, karena ini (menunjuk dirinya sendiri) manusia paling zalim di Jakarta, jadi mau taubat," tambahnya.

Sementara itu, Pemprov DKI sendiri membongkar lapak-lapak PKL di kawasan Tanah Abang pada Minggu (11/8/2013), mulai sekitar pukul 08.00. Pembongkaran dilakukan oleh tim berisi 705 personel, yang terdiri dari unsur Satuan Polisi Palong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Polri, dan TNI.

PKL yang berjualan di tempat semula setelah pembongkaran ini akan dipidanakan, terhitung mulai Senin (12/8/2013).

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help