Satu Bulan, Tim Pemburu Preman Bekuk 308 Tersangka

Sejak diluncurkan 16 Juli 2013 lalu, tim pemburu preman Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus 308 orang preman dari tujuh kelompok

Satu Bulan, Tim Pemburu Preman Bekuk 308 Tersangka
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
ILUSTRASI

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sejak diluncurkan 16 Juli 2013 lalu, tim pemburu preman Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus 308 orang preman dari tujuh kelompok yang selama ini meresahkan masyarakat Jakarta Barat.

Ketujuh kelompok preman yang tertangkap berlatar belakang kedaerahan dan organisasi kemasyarakatan.

Dari data yang diperoleh Kompas.com, ke-308 orang tersebut terdiri atas 144 orang dari ormas Laskar Merah Putih, 99 orang dari kelompok Rais Key, 45 orang dari kelompok Hercules, sembilan orang dari ormas Front Betawi Rempug, empat orang dari ormas Pemuda Pancasila, empat orang dari ormas BPPKB, dan tiga orang dari Forkabi.

"Kelompok preman ini pasti punya ikatan satu sama lain, baik karena daerah asal mereka maupun karena satu ormas. Tapi anggota ormas bukan kita tangkap karena ormasnya tapi karena orangnya (oknum) yang melanggar hukum," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Hengky Haryadi, Jumat (16/8/2013).

Menurut Hengki, para tersangka tersebut ditangkap karena polisi menerima laporan masyarakat terkait tindakan meresahkan seperti pemerasan maupun perebutan lahan.

Kasus-kasus semacam ini memang sangat marak terjadi di wilayah Jakarta Barat.

"Jadi premanisme ini paling menonjol dan identik dengan wilayah Jakarta Barat. Kita berkomitmen menjadikan Jakarta Barat zero premanisme," dia menegaskan.

Tim Pemburu Preman merupakan unit khusus yang pertama kali diperkenalkan di Polres Metro Jakarta Barat.

Unit ini beranggotakan 30 orang yang dalam setiap aksinya, beroperasi dengan menggunakan senjata organik, rompi anti-peluru dan penutup wajah.

Menurut rencana, unit khusus yang berada di bawah Satuan Reserse Kriminal ini akan dibentuk di sembilan polres lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Tags
Preman
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help