• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Bangka Pos

Pembuat Tempe Mengeluh, Harga Kedelai Tembus Rp 9.000 Per Kilo

Jumat, 23 Agustus 2013 16:05 WIB
Pembuat Tempe Mengeluh, Harga Kedelai Tembus Rp 9.000 Per Kilo
tribunnews.com
Kacang Kedelai

Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah pembuat dan pedagang tempe di Pangkalpinang mulai mengeluh. Pasalnya, harga kedelai di Pangkalpinang mencapai Rp 9.000 per kilogram.

Pemilik pabrik tempe yang berlamat di kelurahan Kacang Pedang, Kelurahan Gerunggang, Pangkalpinang, Arif Handoyo mengatakan, harga kedelai saat ini sangat tinggi.

"Harga kedelai sekarang Rp 9.000 per kilonya. Padahal, Kamis (22/8/2013) harganya masih Rp 8.600 per kilonya. Saat ini di toko Rp 9.500 per kilo, besok mungkin naik lagi," ujar Arif saat ditemui bangkapos di kedimannya, Jumat (23/8/2013).

Arif mengeluhkan, jika harga kedeli terus mengalami kenaikan, tidak akan ada untung lagi yang didapat.

"Sekarang ukuran tempenya tetap, yang penting habis, jika kedelai naik terus, jika saya naikan harga tempe tidak akan ada yang beli, paling jika tidak ada keuntungan, ukuran tempenya yang diperkecil, liat kondisi juga," ujarnya.

Dikatakan Arif, hampir semua pembuat tempe mengeluh karena tingginya harga kedelai, ia berharap kepada pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai.

"Semua orang-lah ngeluh kedelai, saya berharap harga kedelai turun karena pedagang banyak mengeluh," kata Arif

Arif menjelaskan, untuk membuat tempat dirinya membutuhkan 150 kilogram kedelai. "Sehari 150 kilo kedelai, kalau hari Minggu 100 kilo, karena hari minggu tidak ada tengkulak," ujar Arif

Untuk membuat tempe, kata Arif, dirinya membutuhkan waktu empat hari. Mengenai harga, lanjutnya, tempe yang dijual seharga Rp 8.000 per potongnya.

"Kalau di tengkulak tiga batangnya Rp 10 ribu," ujar Arif.

Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
603284 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas