Minggu, 19 April 2015

Kisah Sukri Saat Detik-detik Kapal Tenggelam

Sabtu, 24 Agustus 2013 20:50

Kisah Sukri Saat Detik-detik Kapal Tenggelam
bangkapos.com/aladhi
Sebanyak 140 personel gabungan diterjunkan dalam pencarian korban terbakarnya kapal cepat Express Bahari 8C pada, Sabtu (24/8/2013).

Laporan Wartawan Pos Belitung Edi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Muhammad Sukri patut bersyukur. Ia menjadi salah satu korban yang selamat dari tragedi maut terbakarnya kapal cepat Express Bahari 8C di perairan Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, Kamis (22/8/2013).

Sukri duduk di kursi kelas Executive C. Ia membeli tiket transit pulang pergi (PP) dari Palembang-Pangkalbalam-Tanjungpandan. Rencananya, ia hanya akan berada di Belitung selama tiga hari.

"Aku ado gawe. Biaso cuma tigo hari bae. Dak tau nian ado musibah cak ini," kata Sukri ditemui bangkapos.com (Pos Belitung) saat melapor ke posko pengaduan di pelabuhan Tanjungpandan, Sabtu (24/8/2013).

Dibalik peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya, Sukri mengaku banyak-banyak bersyukur. Pengalaman tak terlupakan ini, akan dikenangnya seumur hidup.

"Aku ni la ditelepon terus samo wong rumah. Disuruh balek. Anak bini aku di Palembang, di Bukit Besak. Rencanonyo, hari ini aku nak balek, makonyo nak nanto dulu cak mano," ujar warga Bukit besar Palembang ini.

Saat kejadian, Sukri ikut membantu penumpang lain naik ke life craft (pelambung berbentuk kapal bulat berbahan karet). Satu persatu penumpang di air diangkat Sukri ke life craft.

Halaman12
Penulis: ediyusmanto
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas