Pelacuran ABG Tanggung Jawab Bersama

Kapolres Basel AKBP Indra mengatakan, untuk mengatasi pelacuran ABG di kota Toboali dibutuhkan peran aktif semua pihak, termasuk peran aktif

Pelacuran ABG Tanggung Jawab Bersama
net
PSK ilustrasi

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolres Basel AKBP Indra mengatakan, untuk mengatasi pelacuran ABG di kota Toboali dibutuhkan peran aktif semua pihak, termasuk peran aktif masing-masing orang tua karena persoalan tersebut adalah masalah bersama.

"Kalau kita melihatnya banyak faktor yang melatar belakangi ABG tersebut terjerumus ke pelacuran. Salah satunya faktor ekonomi untuk memiliki suatu barang tertentu. Lihat temannya punya sesuatu, dia pengen juga. Orang tua  seharusnya memperketat pengawasan," jelas Indra, saat ditemui bangkapos.com, Kamis (29/8/2013).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Basel Eddy Supriadi mengungkapkan, budaya konsumerisme menyebabkan ABG terjerumus menjadi pelacur.

"Untuk kasus pelacuran ABG yang terungkap di Toboali kita harus lihat dulu apakah mereka masih pelajar atau bukan. Kalau pelajar tentunya pihak sekolah harus lebih aktif mengawasi siswanya," ujar Eddy.

Lebihlanjut ia mengatakan, terkait masalah pelacuran ABG di Toboali, pihak orang tua memegang peranan penting karena anak tersebut masih dalam pengawasan orang tua.

"Orang tua harus peka dan selalu mengawasi anaknya. Jangan biarkan anak-anak kita terjerumus ke prostitusi," ucapnya.

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved