• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Bangka Pos

Guru Honor Sodomi Enam Anak

Jumat, 13 September 2013 09:20 WIB
Guru Honor Sodomi Enam Anak
bangkapos.com/aladhi
Mamat

Laporan wartawan Pos Belitung, Al Adhi Setyanto

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Perbuatan cabul yang dilakukan Mamat (42), warga Jalan Air Ketekok, Tanjungpandan terhadap anak latihnya di klub sepakbola Bina Praja bukan tanpa alasan. Pria yang aktif sebagai pelatih klub sepakbola Bina Praja dari tahun 2009 ini menyodomi anak kecil lantaran merasa sakit hati terhadap wanita. Pernikahan dengan wanita yang diidam-idamkan gagal terwujud.

Mamat mengaku perbuatannya tersebut disebabkan kegagalannya menikah dengan seorang wanita. Selama lima tahun Mamat menunggu wanita tersebut untuk menikah dengan wanita pujaannya ini. Namun pernikahan tersebut gagal dilaksanakan. Hal ini menyebabkan Mamat sakit hati dan tak mempunyai keinginan mendekati wanita.

"Saya tahu itu salah. Saya lakukan itu karena sudah sakit hati dengan wanita, jadi saya lampiaskan ke anak-anak yang saya latih. Waktu menyodomi mereka juga sadar. Tapi karena ada keinginan, saya tidak bisa menahan diri," ujar Mamat kepada Pos Belitung, Kamis (12/9/2013) di Mapolres Belitung.

Pria yang sehari-hari beraktivitas sebagai guru honor di salah satu SD negeri di Tanjungpandan ini mengaku, dirinya telah melakukan sodomi terhadap lima anak. Anak-anak yang disodomi ini semuanya merupakan anak latihnya di klub sepakbolanya. Anak-anak yang menjadi korban sodomi rata-rata berusia antara 10 hingga 16 tahun.

Pria bertubuh gempal dan berkulit gelap ini mempunyai cara jitu untuk mengajak anak latihnya agar mau disodomi. Dia menjanjikan sebagai pemain inti saat klub tersebut akan mengikuti turnamen. Bila tidak ada turnamen, maka Mamat akan menjanjikan korbannya agar terus bermain sepakbola.

"Saya bilang ke mereka akan main sepakbola terus, cuma itu. Saya nggak ngasih dia (korban-red) uang, bahkan menakut-nakutinya juga tidak, apa lagi mukul. Saya hanya ajak mereka naik motor terus kami melakukan," papar Mamat.

Perbuatan bejat Mamat akhirnya terbongkar setelah Jf tidak mau lagi latihan sepakbola. Ia mengaku sering menjemput korban di rumahnya masing-masing. Kadang ia menjemput anak latihnya ini untuk berlatih sepakbola, tak jarang Mamat menjemputnya untuk menginap di rumahnya.

"Dia (Jf-red) saya sodomi di rumah saya, saat itu dia saya ajak nginap di rumah. Waktu di kamar saya langsung nyodomi dia. Tapi hanya celana saja yang dibuka, yang lainnya tidak. Anak-anak lainnya juga biasa saya jemput dari rumah, ada yang habis main bola, ada yang memang aku ajak nginap," sebut Mamat.

Aksi Mamat ini tak hanya dilakukan di kediamannya. Namun juga di beberapa tempat lain seperti di kawasan hutan tak jauh dari lapangan sepakbola Masda, Jalan Pemuda, Tanjungpandan tempat dirinya melati. Selain itu juga di salah satu rumah kosong yang ada di belakang Kantor DPRD Belitung.

"Jujur hanya 6 orang anak yang saya sodomi. Anak-anak lainnya tidak ada," sebut Mamat sambil menunduk.

Penulis: aladhi
Editor: edwardi
Sumber: Pos Belitung
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
628794 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas