Belanja ke Tanah Abang Sudah Nyaman

Kawasan pusat jual beli pakaian Tanah Abang kini semakin menarik. Setelah penataan yang

Belanja ke Tanah Abang Sudah Nyaman
Wartakota
Lalu lintas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak lengang, Minggu (18/8/2013), setelah penertiban pedagang kaki lima (PKL) sepekan sebelumnya. Tidak tampak sedikit pun pedagang yang nekat berjualan, ratusan PKL sudah bersedia direlokasi ke Blok G. | WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Kawasan pusat jual beli pakaian Tanah Abang kini semakin menarik. Setelah penataan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, kawasan ini menjadi terlihat lebih bersih dan rapi. Kemacetan dan kesemrawutan yang menghantui Tanah Abang selama ini mulai terurai. Meskipun belum sempurna, kawasan ini mulai nyaman dikunjungi.

Konsistensi pemangku kebijakan di saat awal menata Tanah Abang merupakan salah satu kunci keberhasilan. Pedagang kaki lima disediakan tempat di Pasar Blok G. Setelahnya, tidak ada ampun lagi karena diberlakukan larangan berdagang di tepi jalan dan di trotoar.

Sekarang, trotoar sudah dikembalikan fungsinya menjadi tempat bagi pejalan kaki. Menuju pusat perbelanjaan Tanah Abang bisa dengan memakai transportasi massal.

Selain KRL, sejumlah bus juga melintasi kawasan ini, baik bus kecil, sedang, maupun besar. Ada pula angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta (APTB) Bekasi yang lewat Tanah Abang. Hanya, tempat menunggu bus ini tidak terpusat di halte-halte yang ada, tetapi masih di sepanjang jalan.

Sementara itu, bibit-bibit kemunculan PKL mulai tampak. Di Jalan Jatibaru Raya, mulai ada beberapa pedagang yang membawa kotak penyimpan minuman botol dan menggelar dagangan di trotoar. Mereka juga menyediakan kursi plastik untuk pengunjung yang singgah.

Parkir di badan jalan juga mulai bermunculan lagi. Salah satunya di depan Stasiun Tanah Abang. Di satu sisi, parkir sepeda motor memakan badan jalan, sementara di seberang jalan, parkir ada di trotoar. Di Jalan Kebon Jati, seberang Blok G, parkir sepeda motor mulai terlihat di trotoar meskipun masih menyisakan ruang bagi pejalan kaki.

Hal lain yang belum teratasi adalah masih banyaknya angkot yang ngetem, antara lain, di depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang di Jalan Kebon Jati dan Jati Bunder. Hal ini membuat arus lalu lintas di seputar kawasan itu menjadi tersendat.

Malas naik

Salah satu tempat belanja yang banyak mendapatkan sorotan selama penataan Tanah Abang adalah Blok G. Lokasi yang dikelola PD Pasar Jaya ini menjadi tempat penampungan bagi PKL yang semula berjualan di pinggir jalan. Pasar yang semula suram dan sepi, kini, dicat dengan warna dominan oranye. Pedagang juga mulai ramai di empat lantai pasar itu.

Bahkan, hiburan musik disediakan di trotoar depan pasar demi menarik pengunjung ke pasar. Hiburan ini merupakan amanat Gubernur Joko Widodo untuk meramaikan Blok G.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help