Kawanan Begal Ini Miliki Revolver dan Puluhan Peluru

Polres Gunungkidul mengamankan senjata api jenis revolver beserta 50 amunisi kaliber 38 milimeter dari SDR (34)

Kawanan Begal Ini Miliki Revolver dan Puluhan Peluru
TRIBUNJOGJA.COM/HARI SUSMAYANTI
Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnaen(tengah) menunjukkan ssenjata revolver yang berhasil diamankan dari pelaku curanmor, Senin(23/9).

Laporan Reporter Tribun Jogja Hari Susmayanti

BANGKAPOS.COM, GUNUNGKIDUL - Polres Gunungkidul mengamankan senjata api jenis revolver beserta 50 amunisi kaliber 38 milimeter dari SDR (34), tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor.

Petugas masih menyelidiki asal-usul senjata tersebut dengan melakukan uji laboratorium forensik. Kapolres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Faried Zulkarnaen mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan senjata tersebut adalah organik atau rakitan.

"Untuk mengetahui apakah senjata itu asli atau rakitan, harus dilakukan uji forensik," kata Faried Zulkarnaen, Senin(23/9/2013).

Faried menjelaskan, penemuan senjata tersebut bermula dari penangkapan SDR di Komplek terminal lama Wonosari pada Rabu(19/9/2013) lalu. SDR sendiri, sudah menjadi target operasi pihak kepolisian atas kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Playen.

Petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku kemudian langsung melakukan pengintaian. Setelah dipastikan keberadaanya, petugas kemudian langsung meringkus pelaku.

Saat itu, petugas yang melakukan penggeledahan di sepeda motor Yamaha Vega AD 5348 ER menemukan senjata api yang disimpan dalam tas warna hitam. Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku di wilayah Tanjungsari.  Di rumah pelaku, petugas menemukan 50 peluru kaliber 38 milimeter.

"Penemuan senjata ini merupakan pengembangan dari kasus curanmor. Ternyata pelaku memiliki senjata api beserta amunisinya. Saat ini masih kita kembangkan asal-usulnya,"jelasnya.

Dari penggeledahan di rumah pelaku, petugas juga berhasil mengamankan tiga buah kunci leter T, ponsel blackberry, dua buah tanda nomor kendaraan, kunci motor, tas hitam dan mobil Toyota Avansa AD 8919 VG.

Faried menuturkan, dari pemeriksaan awal, pelaku-pelaku ini mengaku belum pernah menggunakan senjata tersebut. Senjata tersebut tidak pernah dibawa oleh pelaku saat menjalankan aksi kejahatannya.

"Pengakuannya (pelaku) senjata itu tidak pernah dibawa saat menjalankan aksinya. Senjata itu belum pernah digunakan,"ujarnya.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved