• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Bangka Pos
Home » Lokal » Bangka

Kawasan Hutan Konservasi Tumpang Tindih

Selasa, 24 September 2013 21:34 WIB
Kawasan Hutan Konservasi Tumpang Tindih
bangkapos.com/dedi
Tugu Konsevasi Huta di Desa Merawang

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kawasan hutan konservasi yang terletak di Desa Merawang tepatnya tak jauh dari Kolong PDAM Merawang saat ini terlihat tumpang tindih denga lahana yang diakui masyarakat. Namun penandan sebuah tugu yang diresmikan oleh Bupati Bangka tahun 1993 yang dijabat oleh Bustan Kalik tak dapat memungkiri bahwa lokasi tersebut adalah kawasan konservasi hutan. Sayangnya Kepala Desa Merawang saat dikonfirmasi tidak mengangkat telepon genggamnya didua nomor yang diberikan pegawainya saat mendantangi kantornya Selasa (24/9/2013).

Salah satu perwakilan keluarga yang mengaku sebagai pemilik lahan yakni Aluy membantah jika lahan sawit milik keluarganya masuk dalam kawasan konservasi hutan. Menurutnya mereka telah memiliki surat pengkauan hak atas tanah. Selain itu jauh sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan hutan konservasi keluarganya telah bercocok tanam sejak tahun 70 an. Bahkan pada tahun 1984 kebun lada milik keluarganya yang tumbuh subur pernah masuk berita pertanian di TVRI.
"Setahun kami lokasinya jauh dibelakang lahan keluarga kami bukan dilokasi yang saat ini kami tanami sawit," kata Aluy.

Menurut Aluy warga di Desa Merawang sudah tahu kalau lahan yang mereka tempat milik keluarga mereka sejak turun temurun digunakan untuk berkebun. Sejak 5 tahun lalu karena tidak lagi produktif kemudian ditanami tanaman sawit. Sehingga menjadi pertannyaan kenapa baru sekarang diributkan masalah kebun sawit tersebut. Intinya jika memang ada pihak-pihak yang mempertanyakan atau ingin memakai lahan milik keluarganya tentunya harus ada pembicaraan dan ganti rugi.
"Selama ini kami hanya didatangi oleh orang-orang suruhan dan mengaku LSM jadi kami bingun orang yang perlu saja tidak datang kesini," kata Aluy.

Sementara itu Camat Merawang Toni M mengatakan dirinya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat. Sehingga dalam waktu dekat ini akan dilakukan pertemuang membahas masalah tersebut. Apalagi saat ini dokumen kawasan konservasi hutan tidak tahu kemana rimbanya. Hal ini untuk mengetahui berapa luasnya dan batas-batas kawasan konservasi tersebut. Pihak kehutanan juga tidak bisa memastikan dan masih akan mencari dokumennya
"Akan ada pertemuan termasuk untuk mengetahui kawasan konservasi hutan yang dimaksud," kata Toni.

Pantauan harian ini dikawasan yang disebut kawasan konservasi hutan terlihat satu tugu berbentuk batang kayu yang dipotong berdiri. Terdapat tulisan 'Puncak Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional 1993 Kabupaten Bangka Merawang
22 - 12 -93 Bupati Bangka Bustanil Halik. Disekitar tugu terdapat ratusan batang Akasia yang sudah cukup tua. Sekitar beberapa puluh metera dari tugu terlihat hamparan kebun sawit. Sedangka dibagian dalam lagi terdapat lintasan listrik milik PT Timah dan Kolong PDAM Merawang.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas