Teten Dukung Terdakwa Korupsi PDAM Cianjur

Aktivis antikorupsi Teten Masduki dan anggota Komnas HAM Sandra Moniaga menghadiri sidang

Teten Dukung Terdakwa Korupsi PDAM Cianjur
Tribunnews.com
Teten Masduki

BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Aktivis antikorupsi Teten Masduki dan anggota Komnas HAM Sandra Moniaga menghadiri sidang kasus dugaan  korupsi dana operasional PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (30/9/2013).

Keduanya hadir di Bandung untuk mendukung terdakwa kasus itu yang juga mantan Dirut PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Yudi Junadi. Sidang kasus ini kemarin hanya berjalan beberapa menit karena Yudi dalam keadaan sakit.

Sedianya sidang beragendakan pemeriksaan saksi. Ketua Majelis Hakim, Nur Hakim SH MH pun menunda sidang kasus ini hingga Senin (7/10/2013) pekan depan.

Teten dan Sandra bukan tanpa alasan mendukung Yudi Junadi. Menurut Teten, ada keganjilan pada dakwaan terhadap Yudi. "Saya ini aktivis antikorupsi. Saya tidak pernah mendukung terdakwa kasus korupsi. Tapi untuk kasus Yudi, saya harus memberikan dukungan karena kasus ini terasa ganjil," kata Teten di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (30/9/2013).

Teten mengatakan, Yudi diperkarakan dua tahun setelah dia tidak lagi menjabat sebagai Dirut PDAM. Namun selama lima tahun menjabat, justru tidak dipersoalkan. Selain itu kata Teten, yang dipersoalkan hanya dana operasional PDAM senilai Rp 200 juta, padahal uang yang dikelola mencapai Rp 15 miliar.

"Saya juga curiga ada audit ulang oleh BPKP setelah Yudi tidak lagi menjabat, ini ada apa. Yudi itu tidak pegang uang dan ketika PDAM dipegang sama dia justru hasil audit BPKP- nya bagus. Saya mendukung Yudi karena tahu track record-nya sebagai sesama aktivis antikorupsi," kata eks calon Wakil Gubernur Jawa Barat ini.

Sebelum menjabat sebagai Dirut PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Yudi adalah pendiri LBH Cianjur dan dikenal sebagai aktivis antikorupsi di Cianjur yang kerap membongkar kasus-kasus korupsi di Kabupaten Cianjur.

Sandra Moniaga mengatakan, ia melihat ada keganjilan pada dakwaan terhadap Yudi. Pihaknya kata Sandra, akan terus memantau persidangan kasus ini.

"PDAM Cianjur itu sudah diaudit dan hasilnya bagus, jadi audit ulang BPKP itu dasarnya apa ? Terus Yudi itu tidak pernah melawan, jadi ngapain ditahan. Karena dia pencari nafkah utama di keluarganya, maka kami melihat penahanan ini ada unsur pelanggaran HAM," ujar Sandra.

Tags
korupsi
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help