Pengedar Ganja Ini Akhirnya Ditangkap di Dalam Hutan

Gatot Subroto alias Jon (31), warga Desa Lampur, Kecamatan Sungai Selan, tidak dapat berkutik, ketika diamankan jajaran Satresnarkoba

Pengedar Ganja Ini Akhirnya Ditangkap di Dalam Hutan
SHUTTERSTOCK
ilustrasi

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gatot Subroto alias Jon (31), warga Desa Lampur, Kecamatan Sungai Selan, tidak dapat berkutik, ketika diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Bateng, Kamis (31/10/2013) sekitar pukul 14.00 WIB.

Penangkapan terhadap pengedar narkoba jenis ganja ini, sudah direncanakan oleh anggota Satresnarkoba Polres Bateng. Bermula dari informasi yang diterima anggota bahwa di Desa Lampur sering terjadi transaksi narkoba jenis ganja.

Mendapat informasi tersebut, anggota satres Narkoba segera mengumpulkan informasi. Bahwa narkoba jenis ganja didapat dari Gatot. Kemudian anggota menjalankan rencana dengan berpura-pura menjadi pembeli.

Gatot yang tidak mengetahui aksinya sudah diketahui anggota polisi, melakukan transaksi dengan seseorang anggota polisi yang menyamar. Transaksi dilakukan di kawasan hutan Jalan Batu Buaya Desa Lampur.
Setelah menunggu cukup lama, pelaku mendatangi lokasi mengenakan sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi BN 5812 KM, dan transaksi pun terjadi.

Ketika tersangka mengeluarkan narkoba jenis Ganja. Anggota segera bergerak dan membekuk tersangka. Saat penangkapan tersebut, Gatot yang sudah tertangkap basah mencoba melawan dan kabur. Beruntung dua orang anggota Satresnarkoba dengan sigap berhasil membekuk pelaku. Dalam penyergapan tersebut, juga diamankan 9 linting Amp narkoba jenis ganja.

Kasatres Narkoba Polres Bateng, Iptu Robin simanjutak seizin Kapolres Bateng, AKBP M Zainul mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari warga bahwa di Desa Lampur sering terjadi aktifitas pemakaian narkoba jenis Ganja.

"Beberapa bulan terakhir, kita mendapat laporan di Desa Lampur bahwa sering ada transaksi narkoba," ujarnya.

Dikatakan Robin, pelaku merupakan pengedar yang cukup pintar dan licin. Dimana pelaku tidak mau melakukan transaksi di perkampungan atau tempat ramai dan memilih melakukan transaksi di dalam hutan.

"Pelaku sempat melawan ketika mau ditangkap. Bahkan sempat bergumul dengan anggota. Beruntung anggota lainnya, membawa pistol dan berhasil meringkus pelaku," ucap Robin.

Pelaku, lanjut Robin, akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111(1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan  ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun atau denda di atas Rp 1 miliar.

"Dari pengakuan pelaku ganja di dapat dari seseorang dengan harga Rp.400 ribu berisi  12 paket kecil. Kemudian kembali dijualnya dengan harga Rp 500 ribu. Sampai saat ini, pelaku mengaku hanya sebagai pemakai. Sedangkan saat tertangkap, dirinya hanya membantu. Karena polisi yang menyamar meminta tolong. Melihat hal ini, kita duga masih ada bandar besar selain pelaku. Dan hal ini, masih kita kembangkan," ucapnya.

Tags
Ganja
Penulis: zulkodri
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help