Rony Dianiaya Oknum Polisi, Brigadir M Dilaporkan ke Bareskrim

Seorang anggota kepolisian berinisial Brigadir M dilaporkan ke Propam dan Bareskrim Mabes Polri terkait kasus penganiayaan

Rony Dianiaya Oknum Polisi, Brigadir M Dilaporkan ke Bareskrim
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Seorang anggota kepolisian berinisial Brigadir M dilaporkan ke Propam dan Bareskrim Mabes Polri terkait kasus penganiayaan yang menimpa seorang bernama Rony Paul Tambunan.

Pelaporan sudah dilakukan pada 17 Oktober 2013 lalu dan saat ini masih dalam proses di Bareskrim Mabes Polri.

Menurut kuasa hukum korban, Salamat Tambunan pihaknya telah melaporkan Brigadir M ke Propam Mabes Polri tanggal 17 Oktober dengan Nomor STPL/224/X/2013/YANDUAN, kemudian ke Bareskrim Mabes Polri tanggal 17 Oktober No.Pol.TBL/665/X/2013/Bareskrim.

"Yang bersangkutan dikenakan pasal 351 dan 368 KUHP," imbuhnya saat dihubungi, Selasa (5/11/2013).

Menurut Salamat kejadian berawal saat terjadi perjanjian kerja antara Imam Abdullah (teman korban) dengan Slamet Widodo (rekan terlapor). Perjanjian tersebut ternyata kemudian tidak berjalan dengan lancar sehingga Imam Abdullah menyerahkan kompensasi kepada Slamet Rp 45 juta dimana Rp 30 juta diserahkan kepada terlapor.

"Yang Rp 30 juta kita berikan ke terlapor karena menurut Slamet itu adalah uang milik terlapor," tuturnya.

Dalam perkembangannya, pekerjaan tersebut ternyata kembali tidak memenuhi jadwal, sehingga kembali pihak Slamet meminta pertanggung jawaban kepada Imam.

Pada tanggal 11 Oktober, menurut Salamat, terlapor bersama beberapa orang bertemu dengan Imam di Apartemen Casablanca terkait molornya kerja sama tersebut. Dalam pertemuan itu disepakati pihak Imam diberi waktu 2 hari untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun selesai pertemuan, terlapor dan beberapa orang lainnya justru mendatangi korban dan mengatakan akan membawa mobil volvo milik Slamet yang ada di korban. Merasa tidak memiliki wewenang, korban menolak memberikan mobil tanpa izin si pemilik.

"Klien saya kemudian justru kemudian dicekek dan dipiting sambil diancam akan ditembak oleh terlapor, bahkan terlapor berniat mengeluarkan senjata api," katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban bersama tim kuasa hukumnya melaporkan Brigadir M ke Propam dan Bareskrim Mabes Polri dengan membawa hasil visum dari RS Fatmawati.

Salamat amat menyayangkan tindakan terlapor sebagai aparat kepolisian bukan melindungi dan mengayomi masyarakat justru melakukan tindak kekerasan dan teror kepada masyarakat.

"Kami masih menunggu perkembangan di Bareskrim, karena bahkan sampai dengan saat ini terlapor terus menteror korban," tandasnya.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help