Bayi Pederita Gizi Buruk Akhirnya Meninggal

Selvi Nuraeni balita berusia 2 tahun 2 bulan tidak lagi tertolong dalam perawatan di Rumah Sakit

Bayi Pederita Gizi Buruk Akhirnya Meninggal
Shutterstock
Ilustrasi bayi kembar

BANGKAPOS.COM, SUMEDANG – Selvi Nuraeni balita berusia 2 tahun 2 bulan tidak lagi tertolong dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Bayi malang pasangan Dini Kuswati (27) dan Yudi (30) asal Kereteg, Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara ini menderita gizi buruk.

“Bayi itu datang pada hari Senin, (25/1/20131) pukul 12.30 setelah dirujuk dari puskesmas setempat dan didiagnosa awal oleh petugas medis adalah diare akut,” kata Iman Budiman, Humas RSUD Sumedang, kemarin.

Namun, terang dia, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ternyata bayi malang itu menderita gizi buruk. “Setelah mendapat pemeriksanaan lebih lanjut, bayi dinyatakan gizi buruk karena hanya mempunyai berat badan 7,6 kg pada usianya 2 tahun 2 bulan,” katanya.

Setelah mendapat perawatan selama tiga hari, bayi ini menghembuskan napas terakhir, Rabu (27/11). “Tim medis memberikan penanganan denganpemberian nutrisi dan cairan tubuh. Namun kondisinya terus memburuk hingga dinyatakan meninggal,” katanya.

Iman menambahkan, di tengah-tengah pemeriksaan, tim medis juga menemukan kasus tuberculosis pada anak tunggal pasangan ini.

Disebutkan rumah sakit membebaskan semua biaya perawatan dan penanganan pasien selama di rumah sakit. “Bayi memang tak punya Jamkesmas meski orangtuanya seorang buruh, namun pihak rumah sakit membebaskan biaya karena penyakit pasien termasuk langka yaitu gizi buruk,” katanya. Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membebaskan biaya perawatan, imbuhnya.

Kasus bayi gizi buruk ini cukup membuat Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) kaget. Kasus ini terjadi di desa binaannya yang sejak Maret 2013 organisasi para istri dokter ini konsen membina kesehatan di wilayah ini.

“Saya kaget, kok bisa terjadi kasus seperti itu padahal desa itu desa binaan kami,” kata Anggota IIDI Winny Hilman yang juga istri dari Ketua IDI Sumedang dr. Hilman Taufik.

Ia mengaku segera meneliti kejadian ini ke pihak kader di desa setempat mengingat selama ini tidak ada laporan gizi buruk atau bayi dengan penyakit parah hingga terdampak gizi buruk.

Tags
bayi
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved