Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Ponsel Mantan Kepala PPN Disadap

Kisah perjalanan Mantan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat,

Ponsel Mantan Kepala PPN Disadap
Net
Ilustrasi

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Kisah perjalanan Mantan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Suyadi, yang dicari-cari Kejaksaan Tinggi Babel berakhir. Tim Monitoring Center Kejagung RI berhasil menjejak sinyal telepon genggam serta transaksi perbankan Suyadi. Sebuah tim gabungan kejaksaan segera berangkat menjemput Suyadi yang tengah berobat di Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu (1/12) malam.
Suyadi terpaksa menghadapi urusan hukum karena menjadi tersangka dugaan korupsi perkara pengadaan ponton dan isap pasir pada proyek Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat tahun anggaran 2004. Ia sudah hampir tiga bulan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel).
Proyek ini menggunakan dana bersumber dari APBN dengan nilai sekitar Rp 2.250.000.000. Kejaksaan menyatakan Suyadi diduga telah terlibat dalam kasus yang merugikan keuangan negara mencapai sekitar Rp 810 juta atas kegiatan proyek tersebut.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Minggu, menyatakan Suyadi ditangkap pada Minggu (1/12) pukul 17.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Budi Kemuliaan, Batam. Penangkapan tersangka terkait perbuatan tindak pidana korupsi Proyek Pengadaan kapal Isap Mina Antareja yang berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang.
Ia menjelaskan, Suyadi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Nomor: Print-02/N.9/Fd.1/06/2013 tanggal 10 Juni 2013.
Menurut kejaksaan, perbuatan yang dilakukan Suyadi berawal ketika pada Desember 2004 tersangka telah membuat Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang, seolah-olah kapal telah selesai dibuat oleh rekanan dan diserahkan kepada Pengguna Barang, padahal kapal sama sekali belum belum ada wujud fisiknya.
"Kenyataannya kapal baru selesai dikerjakan pada bulan April 2005, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 810 juta," kata Setia Untung Arimuladi.
Penetapan Suyadi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada 26 September 2013 dikarenakan Suyadi telah tiga kali dipanggil secara patut untuk diperiksa sebagai tersangka, namun Suyadi  tidak memenuhi panggilan tanpa ada alasan dan keterangan apapun.
"Tersangka Senin (2/12) pagi akan diterbangkan ke Bangka Belitung," katanya.
Dari pengamatan Bangka Pos, Suyadi tiba di kantor Kejati Babel sekitar pukul 14.15 wib, Senin siang. Ia dibawa menggunakan kendaraan tahanan kejaksaan lengkap dengan pengawalan tim kejaksaan.
Suyadi mengenakan setelan baju putih dipadu jaket hitam turun dari mobil tahanan sembari menundukkan wajah. Ia terkesan berusaha menghindar dari wartawan yang berusaha memotretnya.
Bangka Pos belum bisa meminta konfirmasi pada Suyadi perihal masalah yang membelitnya. Ia langsung diantar anggota Tim Pidsus Kejati Babel masuk ke dalam ruang penyidik di Gedung Pidsus Kejati Babel untuk menjalani pemeriksaan.
                       Transaksi ATM terlacak
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel Ariefsyah Mulia Siregar didampingi Kasi Penerangan Hukum Kejati Babel, Rindang Onasis mewakil Kajari Babel menjelaskan, tim  kejaksaan memantau Suyadi di rumah anaknya di Kota Batam. Sebelumnya, Suyadi diketahui sempat berada di Palembang, Sumatera Selatan serta di Boyolali, Jawa Timur.
"Akhirnya tersangka berhasil kami tangkap di Batam. Saat itu sedang hendak berobat di rumah sakit," papar Ariefsyah pada konferensi pers di ruang Kasi Penerangan Hukum Kejati Babel, Senin (2/12) siang.
Kejaksaan berhasil menemukan keberadaan jejak Suyudi melalui penyadapan telepon genggam serta transaksi perbankan kartu ATM sang mantan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat. Pada tanggal 30 November 2013, Tim Monitoring Center Kejagung RI memberi informasi kepada Pidsus Kejati Babel bahwa Suyadi diketahui berada di Batam.
"Dalam proses penyadapan telepon tersangka tersebut, tim kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Tim Monitoring Center Kejagung RI. Akhirnya keberadaan tersangka diketahui dalam posisi terakhir sedang berada di Kota Batam," paparnya.
Suyudi tak bisa berbuat banyak selain menyerah tanpa perlawanan. Ia sempat diamankan di Kantor Kejari Batam pada Minggu (1/12) dan keesokan harinya diboyong ke Bangka menggunakan pesawat terbang.
"Tersangka diancam dengan jeratan pasal 2 (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Dan dikenakan sanksi subsider pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP," tegas Ariefsyah. (Rap/Ant)

Simak berita lengkanya di Bangka Pos/Pos Belitung/Koran BN edisi cetak.

Tags
Penyadapan
Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved