Inilah Jejaring Sosial Penyuka Fashion

Jejaring sosial di Internet bakal lebih ramai lagi setelah perusahaan pendiri Plurk memperkenalkan Re.mu, jejaring sosial yang ditujukan

Inilah Jejaring Sosial Penyuka Fashion
Re.mu
Re.mu, jejaring sosial untuk berbagi model baju yang dipakai

BANGKAPOS,COM - Jejaring sosial di Internet bakal lebih ramai lagi setelah perusahaan pendiri Plurk memperkenalkan Re.mu, jejaring sosial yang ditujukan bagi penyuka fashion.

Re.mu yang didirikan oleh Alvin Woon ini memiliki aplikasi jejaring sosial baik dalam versi web maupun mobile. Jejaring sosial ini menyasar penyuka fashion yang ingin berbagi model baju yang dikenakan.

Woon mengatakan ia ingin membuat sebuah situs bagi pengguna yang ingin memamerkan pakaiannya sehari-hari layaknya Instagram. Dikutip dari Tech Crunch, Sabtu (28/12/2013), Re.mu mendapatkan kucuran dana dari investor Taiwan TMI Holdings dan KAMIA.

Re.mu memiliki kombinasi fungsi aplikasi mengatur baju seperti Closet, NetRobe, dan Stylitics dengan platform jejaring sosial.

Hingga saat ini jejaring sosial fashionista itu masih memiliki basis pengguna yang sedikit, sekitar 35.000 pengguna. Namun, Woon mengatakan bahwa komunitas ini sangat dinamis, dalam sehari terdapat sekitar 25.000 posting, termasuk foto baju yang dipakai dan item yang pengguna miliki.

Selain di Asia, Re.mu mencoba menyasar pengguna di Spanyol dan Amerika Serikat. Re.mu memiliki fitur analitik yang bisa menunjukkan tren yang muncul di tengah mereka. Informasi ini bisa berguna bagi perusahaan fashion.

Di luar sana, Re.mu tak sendiri. Saat ini banyak komunitas berbasis fashion seperti Chictopia, StyleMob, Pose, dan Tagbrand. Banyak juga blog-blog fashion di Tumblr atau grup Flickr.

Namun, Woon mengatakan bahwa keistimewaan Re.mu adalah memiliki fitur algoritma pintar yang bisa memberitahu penggunanya baju mana yang harus dipakai sesuai item yang dimiliki.

Saran tersebut berdasar pada faktor kombinasi warna favorit, tipe badan, dan apa yang sedang tren di sekitar penggunanya.

Re.mu juga ingin agar penggunanya lebih banyak bereksperimen dengan baju-baju yang dimiliki, alih-alih mengejar tren baju terkini.

Tags
Fashion
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved