• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Bangka Pos

PR KPK Tangkap Anggoro Widjojo Belum Tuntas

Selasa, 31 Desember 2013 08:28 WIB
PR KPK Tangkap Anggoro Widjojo Belum Tuntas
LUCKY PRANSISKA
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  belum berhasil menangkap buronan kasus korupsi Anggoro Widjojo hingga akhir tahun 2013 ini. Anggoro kini menjadi satu-satunya buronan KPK. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengakui penangkapan Anggoro merupakan pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas oleh KPK.

"Memang benar, itu menjadi PR KPK, DPO (Daftar Pencarian Orang) yang belum berhasil kita tangkap yakni Anggoro," ujar kata Bambang dalam Laporan Akhir Tahun 2013 di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/12/2013).

Anggoro menjadi buronan KPK sejak 2009. Buronan Interpol itu sempat terlacak berada di Singapura dan China. Dia tersangkut kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Kementerian Kehutanan.

Selaku pemilik PT Masaro, Anggoro diduga menyuap empat anggota Komisi IV DPR, yakni Azwar Chesputra, Al-Amin Nur Nasution, Hilman Indra, dan Fachri Andi Leluas, agar mendorong pemerintah menghidupkan kembali proyek SKRT. PT Masaro Radiokom merupakan rekanan Departemen Kehutanan dalam pengadaan SKRT 2007 yang nilai proyeknya mencapai Rp 180 miliar.

Saat itu, Departemen Kehutanan dipimpin Menteri Kehutanan, MS Kaban. Proyek SKRT ini sebenarnya sudah dihentikan pada 2004 lalu pada masa Menhut M Prakoso. Namun, atas upaya Anggoro, proyek tersebut dihidupkan kembali.

Kasus dugaan suap yang melibatkan Anggoro ini sempat menjadi prioritas KPK. Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, sekitar 2011, menyebut kasus ini sebagai salah satu prioritas KPK. Namun, KPK terkendala karena buronnya Anggoro.

Kemudian sekitar Mei 2012, KPK mulai kembali memeriksa saksi terkait kasus Anggoro, di antaranya MS Kaban, Presiden Direktur PT Masaro Radiokom Putranefo Prayugo, serta mantan anggota Komisi IV DPR lainnya, yakni Azwar Chespura dan Hilman Indra.

KPK sebelumnya berhasil menangkap  buronan Nunun Nurbaeti, terpidana kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.  Nunun ditangkap di Thailand pada Desember 2011 lalu. Kemudian buronan Neneng Sri Wahyuni. Terpidana kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu ditangkap setelah lama bersembunyi di Malaysia.

Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
758503 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas