Gara-gara Banjir, Turun Omset Pedagang Tanah Abang

Curah hujan yang tinggi serta musibah banjir yang terjadi dalam tiga hari belakangan ini di wilayah ibukota membua

Gara-gara Banjir, Turun Omset Pedagang Tanah Abang
*/tribunnews.com
Ilustrasi: Tanah Abang

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Curah hujan yang tinggi serta musibah banjir yang terjadi dalam tiga hari belakangan ini di wilayah ibukota membuat transasksi perdagangan di beberapa pasar mengalami penurunan omzet keuntungan. Salah satunya adalah Pusat Grosir terbesar se-Asia Tenggara yaitu Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berkurangnya pengunjung dibandingkan hari-hari biasanya dikeluhkan para pedagang Pasar Blok A, Blok B Tanah Abang dan Pasar Metro. Hal ini dikarenakan akses jalan Ibukota yang sebagian terputus akibat banjir yang mengepung beberapa wilayah Jakarta.

Pantauan Warta Kota, kondisi Pasar Blok A, Blok B Tanah Abang dan Pasar Metro hingga kini masih sepi dari pengunjung. Para pedagang tampak menawarkan barang dagangannya dan hanya terlihat menunggu pengunjung. Pedagang yang berjualan di gedung yang mempunyai 12 lantai itu mengeluhkan penurunan omzet keuntungan yang cukup drastis yaitu sekitar hampir 50 persen.

Menurut Nasim (38), salah seorang pedagang celana anak-anak di Toko Tuna Mayo, Pasar Blok B Lantai 1 los E no 95 menjelaskan bahwa ketika curah hujan tinggi dan musibah banjir melanda ibukota, pengunjung sangat sepi di kawasan perbelanjaan grosir terbesar se-Asia Tenggara itu.

Padahal, setiap harinya, banyak sekali masyarakat dari Jabodetabek ataupun luar kota berkunjung untuk membeli beberapa kebutuhan.

"Kemarin pas hujan dan banjir pengunjung sepi banget disini. Ini berpengaruh terhadap keuntungan per hari yang saya dapatkan," kata pria yang sudah tiga tahun berdagang di kawasan Pasar Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurutnya, penurunan omzet keuntungan per harinya bisa berkurang sampai mencapai Rp 10 juta. Biasanya, dia bisa mengeruk omzet keuntungan antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Akan tetapi, ketika hujan dan banjir melanda Jakarta dia hanya mendapatkan omzet keuntungan sebesar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.

"Omzet keuntungan berkurang drastis. Bayangin, biasa dapat Rp 10 juta, kmarin pas hujan cuman bawa uang Rp 4 juta," katanya. 
Dia menjelaskan menjual berbagai produk celana untuk anak-anak antara umur 1 tahun sampai 12 tahun. Harga yang ditawarkannya pun cukup bervariatif yaitu antara Rp 10.500 sampai dengan Rp 45.000 per potong. Akan tetapi, dia mengaku menjual celana untuk anak-anak itu lusinan.

"Per lusinya misalkan harga Rp 10.500 menjadi Rp 126.000 per-lusin. Kalau harga Rp 45.000 menjadi Rp 540.000 per lusin," katanya.

Setiap harinya, dia membuka toko dari pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Dia mengaku omzet keuntungan bisa meningkat ketika menjelang hari raya seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Tak main-main, dalam sehari dia bisa mengantongi uang sebesar Rp 20 juta. "Kalau hari liburan biasa sama aja. Tapi kalau hari raya bisa dapat Rp 20 juta," tuntasnya.

Editor: emil
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help