Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Pohon Kemiri Sunan Banyak Manfaatnya

Untuk melaksanakan program pemanfaatan lahan bekas tambang dan lahan kritis dalam

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Untuk melaksanakan program pemanfaatan lahan bekas tambang dan lahan kritis dalam mendukung pengembangan bahan bakar nabati nasional Kepala Pusat Penelitian, Perkembangan dan Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr M Syakir melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Dirut PT Reben Mandiri Energi dari Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Babel, Benny Versika disaksikan Kabadanlitbang Kementan, Dr Ir Haryono Msc, Rabu (22/1) di Gedung Balitbang Kementan Jalan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.
Penandatangan MoU ini ruang lingkupnya terdiri dari penelitian dan pengembangan tanaman kemiri sunan, pelatihan, pemasaran inovasi teknologi tanaman kemiri sunan, pendampingan pengembangan tanaman kemiri sunan sehingga diperoleh manfaat untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat.
Kabadanlitbang Kementan, Dr Ir Haryono Msc mengatakan, pentingnya sinergi antara pemerintah dengan mitra sehingga knowledge, management and communication dengan inovasi dan teknologi menghasilkan frontier, leaders dan champion. Artinya dengan adanya kerjasama pemerintah dengan mitra, maka menghasilkan teknologi maju serta manusia/masyarakat yang siap terjun di pertanian modern dari cara bertanam sampai industri pertanian.
"Semoga penandatanganan kerjasama ini dapat diikuti oleh kabupaten lainnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Komisaris Utama PT Reben Mandiri Energi, dr Suharno Suroso mengucapkan terimakasih atas  diberikan kepercayaan oleh pemerintah melalui Balitbang dan Puslitbangbun Kementan RI.
"Dalam kesempatan yang penting ini kami siap melaksanakan tugas kewajiban  kami selaku mitra demi menghijaukan dan menyuburkan tanah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan NKRI," katanya.
Dijelaskannya, mengapa pohon kemiri sunan terpilih di Bangka. Sejak ditanam di Limbang Jaya Kabupaten Bangka tahun 2009 dan 2013 di Parit 7 dengan pengawasan Balittri maka Dibyo Pranowo dari Balittri Kementan RI menyimpulkan bahwa kemiri sunan layak untuk dikembangkan di Provinsi Kepulauan Babel, apalagi dalam  menghadapi pasca tambang timah dan bertambahnya
lahan kritis, tanaman kemiri sunan merupakan tanaman  dengan biaya perawatan yang murah
dan mudah pemeliharaannya  serta menghasilkan berbagai macam hasil seperti, bio diesel, bio pestisida, kosmetik, cat pernis dan sabun. Sedangkan cangkangnya menjadi briket dan yang  terpenting tanaman itu sendiri mampu mencegah tanah longsor, menjadi kantong -kantong air
karena akar tunjang yang dalamnya sampai 9-13 meter  serta menyerap karbondioksida (CO2)/asap/gas dari kendaraan dan asap pabrik/industri serta menghasilkan oksigen yang diperlukan bagi kehidupan manusia di dunia.
"Selain itu menurunkan panas serta temperatur di wilayah setempat. Atas keunggulan tanaman kemiri sunan dan bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Maka pemerintah bersama mitra
melakukan pengembangan inovasi tanaman dan industri terpadu untuk kemiri sunan secara teknologi modern untuk menghasilkan hasil yang maksimal dan diterima di dunia internasional," tambahnya. (may)

Tags
kemiri
Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved