BangkaPos/

Hebat, 9 Mahasiswa ITB Ciptakan Speaker iPhone Tanpa Listrik

Kami terinspirasi dari kebiasaan orang-orang yang mendengarkan musik lewat headset. Daripada pusing nantinya karena kelamaan

Hebat, 9 Mahasiswa ITB Ciptakan Speaker iPhone Tanpa Listrik
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
iPhone 5

BANGKAPOS.COM, BANDUNG –  Pemilik iPhone dan iPod yang juga suka mendengarkan musik boleh bergembira. Kini ada docking yang sekaligus berfungsi sebagai speaker. Berbeda dengan speaker pada umumnya, yang satu ini tak memerlukan listrik sama sekali.

Nama produk ini Cueva dan diinisiasi oleh sembilan mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung.

Kesembilan mahasiswa ini pun membentuk sebuah perusahaan bernama Earth Co. dengan produk Cueva. Berawal dari proyek kuliah, mereka membentuk perusahaan ini pada September 2013. Saat berdiskusi, salah satu dari mereka, Intania, mencetuskan ide membuat speaker pasif.

"Kami terinspirasi dari kebiasaan orang-orang yang mendengarkan musik lewat headset. Daripada pusing nantinya karena kelamaan dengar musik dari headset, lebih baik menggunakan passive speaker," ujar Wulan Nurhidayah (20), Head of Marketing Earth Co., di sela acara Grand Launching Cueva di Potluck Kitchen, Jalan H Wasid, Jumat (25/1) malam.

Cueva diambil dari bahasa Spanyol yang berarti gua. Benda ini berbentuk setengah lingkaran, berukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tinggi 10 cm. Di bagian tengah, ada dudukan untuk menempatkan iPhone atau iPad, lalu di bawahnya ada lubang kecil untuk mengeluarkan suara dari ponsel yang ditempatkan di sana. Di kiri-kanan, terdapat lubang seperti speaker, tapi hanya menjadi hiasan. Di bagian dasar, tepat di bawah dudukan ponsel, ada lubang untuk charger.

"Cueva ini bisa mengamplifi suara eksternal iPhone. Volume suara bisa jadi tiga kali lipat lebih besar," kata Wulan. Untuk amplifier ini, Earth Co. bekerja sama dengan Fisika ITB.

Cueva ini tersedia dalam dua pilihan, yakni Grande Dark dan Grande Light. Grande Dark terbuat dari kayu jenis sonokeling, sedangkan Grande Light terbuat dari kayu jenis sungkai dan sonokeling. Dua jenis kayu ini tergolong tonewood, yang biasa digunakan untuk gitar dan jenis instrumen musik lainnya.

"Cueva ini pure handmade. Crafter yang kami minta untuk membuatnya hanya bisa memproduksi 24 buah per bulan. Setiap satu Cueva dibuat dalam 21 jam," kata Wulan.

Karena itu, produk ini cukup eksklusif. Earth Co. sendiri melepasnya dengan harga Rp 780 ribu. Jenis-jenis yang cocok untuk Cueva adalah iPod Touch 5th Gen, iPhone 4 dan 4s, serta iPhone 5, 5c dan 5s.

"Kami baru membuat Cueva untuk iPhone dulu karena format dan ukurannya dari satu tipe ke tipe lain konsisten," kata Wulan. Earth Co. juga mengincar pasar luar negeri dengan membuka penjualan online.

Saat ini, pemesanan masih di kalangan teman-teman mereka. Kesembilan mahasiswa angkatan 2015 SBM ITB ini tentu masih berkuliah. Menurut Wulan, kegiatan berkuliah sambil menjalankan perusahaan masih bisa berjalan beriringan.

Setelah mereka lulus, perusahaan ini masih tetap eksis. Modal mereka, mulai dari uang masing-masing hingga pinjaman ke bank. Mereka pun sedang mendaftarkan hak paten produk Cueva.

Kendala yang dihadapi? "Cukup sulit mengedukasi orang-orang mengenai produk ini. Makanya kami sekarang banyak mempromosikannya," jawab Wulan. Ke depannya, para mahasiswa ini juga mau mengembangkan Cueva untuk produk iPad.

Tags
iPhone
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help