BangkaPos/

Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Kehidupan Kami Jauh Dari Sejahtera

Air saya berharap hujan, penerangan kami pakai lilin, tidak bisa nonton televisi. Ngecas hanphone pun di kantor, saya setiap

* Noami Menangis di Depan Wali Kota
* Perumahan PNS Kemang Permata

NOAMI pegawai negeri sipil (PNS) guru SMPN 5 Pangkalpinang, menangis terisak. Dia maju di depan meja pimpinan rapat di gedung OR Gedung Tudung Saji (GTS) menemui pimpinan rapat.
Sembari menangis dia menceritakan, kehidupannya yang jauh dari sejahtera, gara-gara kebijakan Pemkot Pangkalpinang.

Hidup di rumah kontrakan, dengan sebagian gaji yang sudah terpotong pinjaman di bank. Noami adalah pembeli rumah PNS Kemang Permata yang menunggu kejelasan rumah yang mereka beli.

Rumah Noami, sebetulnya sudah jadi. Namun rumah itu tanpa fasilitas listrik dan air.

"Air saya berharap hujan, penerangan kami pakai lilin, tidak bisa nonton televisi. Ngecas hanphone pun di kantor, saya setiap hari harus pulang lebih lama, karena tidak bisa melanjutkan pekerjaan di rumah karena tidak ada listrik," ujar Noami dengan isak tangis menderu di depan wali kota, Kamis (30/1),

Tak betah, dengan kondisi itu, Noami kemudian meninggalkan rumah yang sebenarnya sudah ia lunasi. (tea)

Selengkapnya baca Bangka Pos Cetak, Sabtu (1/2/2014)

Editor: asmadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help