Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Sanem: Ibu Menangis Saat Lepas Saya Sekolah ke Jawa

Kabar duka datang dari keluarga Bupati Belitung, Sahani Saleh atau yang akrab disapa Sanem.

Sanem: Ibu Menangis Saat Lepas Saya Sekolah ke Jawa
Pos Belitung/ wahyu
Sahani Saleh (Sanem) 

DAMAR, BANGKA POS -- Kabar duka datang dari keluarga Bupati Belitung, Sahani Saleh atau yang akrab disapa Sanem. Asni Binti Yusup yang merupakan ibunda sanem meninggal dunia dalam usia 78 tahun  sekitar pukul 18.30 WIB, di RSUD Belitung Timur (Beltim), Rabu (5/2).
Almarhumah yang tinggal di Jalan Sumatra, Desa mengkubang, Kecamatan Damar, Beltim ini meninggal dunia karena penyakit darah tinggi, yang mencapai 245.
Ibu enam orang anak ini sempat dibawa ke Puskesmas Damar, akan tetapi karena kondisi yang tidak memungkinkan lalu dibawa ke RSUD Beltim untuk dilakukan perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.
Menurut Sanem selama ini ibunya tidak pernah mengeluh sakit bahkan selalu kelihatan sehat setiap harinya.
"Beliu dak de keluhan sakit, memang tadi selesai sholat ashar, habis sholat beliau mengalami pusing dan pingsan, selama ini penyakit ya penyakit orang tua, tidak pernah sakit yang benar-benar parah. Tadi pagi masih baikan, jam 4 sore tadi masih nyapu malah didepan rumah, nah habis habis sholat ashar itu mulanya," ujar Sanem, yang menambahkan malam ini tidur di rumah ibundanya.
Sanem sama sekali tidak ada firasat akan terjadi hal seperti ini, akan tetapi pada sore harinya, setelah melakukan pelantikan kades Selat Nasik, ia pulang kekantor dan mulai merasakan hal yang tidak enak. "Habis nglantik kades di Selat Nasik, dak nyaman saat ke kantor pada jam satu siang. Balik ke rumah jam lima sore dari kantor, sudah mandi, istirahat, sudah sholat lalu baring, terus kabar dari rumah sakit bahwa ibu meninggal, saya ditelpon dari keluarga," ujarnya Sanem yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara ini, nampak mencoba menegarkan dirinya, walaupun matanya masih terlihat memerah malam itu.
Orang nomor satu di Belitung ini masih terus terbayang pesan Asni (almh) ketika ia baru dilantik menjadi Bupati. Ia menceritakan sang ibu memintanya untuk melaksanakan amanat dari masyarakat sebaik-baiknya. "Saya ingat sekali pesan saat baru dilantik...," Sanem terdiam sejenak seperti menahan air mata yang hendak keluar. "Pesan beliau, laksanakan amanat dari masyarakat sebaik-baiknya," katanya ketika Bangka Pos menyinggung kesan yang tidak terlupakan dari mendiang ibu.
Sanem nampak begitu sedih ketika mengenang sang ibu menangis melepas keberangkatannya ke Pulau Jawa untuk sekolah.
"Beliau begitu sayang dengan semua anak-anaknya. Saat itu saya mau berangkat sekolah ke Jawa, ibu melepas kepergian saya dengan air mata. Ibu berpesan agar di tempat orang baik-baik dan itikat baik diutamakan,"ujar sang Bupati.
Asni binti Yusup, yang lahir di Kelapa Kampit, 7-2-1936, akan dikebumikan hari ini, Kamis (6/2), pada pukul 10.00 WIB pagi, di pemakaman Damar, dan akan di sholatkan di masjid Damar (l4)

Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help