BangkaPos/

AS Kecam Gerakan Militer Rusia di Ukraina

Krisis di Ukraina yang terus memburuk sejak batalnya kesepakatan

AS Kecam Gerakan Militer Rusia di Ukraina
Reuters/Al Arabiya
Pasukan polisi antihuru-hara Ukraina, Berkut, saat meninggalkan barak mereka di Kiev, Sabtu (22/2/2014).

BANGKAPOS.COM, WASHINGTON — Krisis di Ukraina yang terus memburuk sejak batalnya kesepakatan penguatan kerja sama ekonomi negara itu dengan Uni Eropa pada November 2013 terus mengundang keprihatinan internasional.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Jumat (28/2/2014), mengeluarkan pernyataan resmi khusus untuk menyikapi krisis di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Berikut ini adalah naskah pernyataan tersebut.

"...

Selama beberapa hari terakhir, Amerika Serikat telah merespons peristiwa di Ukraina. Sepanjang krisis ini, kami telah sangat jelas menyatakan tentang satu prinsip dasar (bahwa) warga Ukraina layak mendapat kesempatan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Bersama sekutu kami di Eropa, kami mendesak diakhirinya kekerasan dan mendorong Ukraina menentukan haluan untuk menstabilkan negara mereka, membentuk pemerintahan berbasis luas, dan menggelar pemilu pada akhir musim semi ini.

Saya juga berbicara kepada Presiden (Rusia, Vladimir) Putin dan pemerintahan saya sehari-hari telah berkomunikasi dengan para pejabat Rusia, menegaskan bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas internasional untuk mendukung stabilitas dan keberhasilan Ukraina bersatu, tak hanya untuk kepentingan Ukraina dan masyarakat internasional, tetapi juga untuk kepentingan Rusia.

Namun, kami sekarang sangat prihatin dengan laporan ada gerakan militer Federasi Rusia di Ukraina. Rusia memiliki hubungan bersejarah dengan Ukraina, termasuk hubungan budaya, ekonomi, dan pusat militer di Crimea. Namun, setiap pelanggaran kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial bakal mengguncang stabilitas, (situasi) yang tak diinginkan Ukraina, Rusia, maupun Eropa.

Ini akan merupakan gangguan mendalam dan harus disikapi oleh rakyat Ukraina. Ini juga jelas melanggar komitmen Rusia untuk menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan perbatasan Ukraina, serta hukum internasional.

Dan hanya beberapa hari setelah dunia datang ke Rusia untuk (mengikuti) Olimpiade (musim dingin), (gerakan militer Rusia) itu akan mengundang kecaman dari negara-negara di seluruh dunia. Dan memang, Amerika Serikat akan berdiri bersama masyarakat internasional dalam menegaskan bahwa akan ada konsekuensi untuk setiap intervensi militer di Ukraina.

Peristiwa beberapa bulan terakhir mengingatkan kita betapa sulitnya demokrasi dapat berjalan di sebuah negara dengan keberagaman yang besar. Namun, orang-orang Ukraina juga telah mengingatkan kita bahwa manusia memiliki hak universal untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Saat ini, situasi masih sangat cair. Wakil Presiden (Amerika, Joe) Biden baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Ukraina untuk meyakinkannya bahwa pada saat sulit ini Amerika Serikat mendukung upaya pemerintahnya menjaga kedaulatan, integritas teritorial, dan masa depan demokrasi Ukraina. Saya juga memuji sikap menahan diri Pemerintah Ukraina dan komitmen (mereka) menegakkan kewajiban internasional.

Kami akan terus berkoordinasi erat dengan sekutu-sekutu kami di Eropa. Kami akan terus berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Rusia. Dan kami akan terus menyampaikan informasi kepada pers... atas informasi yang terjadi (terkait Ukraina).

Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help