Mobil Caleg Dibakar Orang Tak Dikenal

Teror menjelang pemilihan umum (pemilu) yang selama ini kerap terjadi di wilayah utara dan timur Aceh, mulai merembet ke pantai selatan Aceh

Mobil Caleg Dibakar Orang Tak Dikenal
Tribun Jakarta/Erik Sinaga
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM, TAPAKTUAN – Teror menjelang pemilihan umum (pemilu) yang selama ini kerap terjadi di wilayah utara dan timur Aceh, mulai merembet ke pantai selatan Aceh. Jumat (28/2/2014) sekira pukul 04.00 WIB, sedan jenis Ford BL 308 NA milik Tgk Razuan, caleg DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) 9 dari Partai Damai Aceh (PDA) yang sudah dibalut stiker warna partainya dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).

Insiden yang menyedot perhatian warga itu terjadi di Posko Pemenangan Teugku Razuan di Gampong Pantee Raja, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan. Mobil itu terindikasi dibakar karena di bawah kolongnya ditemukan jeriken berisi bensin yang sengaja diletakkan pelaku dengan maksud untuk meledakkan mobil tersebut.

Kejadiannya sekitar pukul 4 dini hari. Kira-kita hanya selang 30 menit setelah Razuan menutup pintu posko sepulang dari Trumon, Aceh Selatan. Baru beberapa saat dia berada di dalam posko, terdengar olehnya bunyi ledakan kaca mobil.

“Setelah saya cek dari jendela, ternyata mobil saya sudah terbakar. Saya pastikan dibakar karena ada bukti jeriken minyak bensin di kolong mobil. Kemudian sewaktu diguyur dengan air, minyak yang tumpah ke tanah dari jeriken yang separuhnya terbakar itu langsung menyala,” kata Teungku Razuan kepada Serambi di Mapolsek Pasie Raja, Jumat (28/2) seusai mengadukan kejadian yang menimpa mobilnya.

Menurut Razuan, begitu melihat mobilnya terbakar ia langsung berusaha memadamkan api bersama warga sekitar. Pada saat itulah terlihat di bawah mobil terdapat jeriken bensin. Mobil itu hanya terbakar pintu kirinya karena cepat disiram warga dengan air.

Tgk Razuan yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDA mengaku tidak menuduh kader partai lain di balik kejadian itu. Namun, dia bisa menebak bahwa aksi pembakaran itu berkaitan dengan politik. “Kami tak menyangka jadi korban, karena selama ini PDA tak pernah bersinggungan dengan partai atau caleg lain. Aturan main dalam politik sudah ada, kan tidak mesti dengan aksi yang demikian,” pungkasnya.

Ketua DPW PDA Aceh Selatan, Tgk Sumadi Tarmisal menyesalkan kejadian itu, sebab PDA selama ini tidak pernah mengganggu pihak lain dalam berpolitik. “Kami harap polisi mengusut tuntas kasus ini, sehingga ke depan tidak ada lagi intimidasi politik di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK yang dikonfirmasi Serambi melalui Kapolsek Pasie Raja, Ipda Sutardi mengakui sudah menerima laporan korban tentang insiden tersebut. “Sekarang sedang kita selidiki, sehingga ada kejelasan motif pembakaran itu,” ujarnya.

Ipda Sutardi juga mengimbau caleg–caleg yang memiliki posko agar melaporkan keberadaan posko dan rumah mereka kepada kepolisian setempat supaya ikut diawasi.

Sementara itu dari Lhokseumawe dilaporkan, meski telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus bentroknya caleg Partai Nasional Aceh (PNA) dengan kader Partai Aceh (PA) di Lhokseumawe, polisi masih saja mengembangkan perkara ini.

Halaman
12
Tags
Teror
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help