BangkaPos/

Lebih Murah Benahi Pelabuhan Selat Sunda daripada Bangun Jembatan

Proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang ditaksir menelan anggaran hingga Rp 200 triliun, tidak

Lebih Murah Benahi Pelabuhan Selat Sunda daripada Bangun Jembatan
Kompas.com
Feri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (10/8/2011). Pemerintah berencana membangun Jembatan Selat Sunda untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang ditaksir menelan anggaran hingga Rp 200 triliun, tidak mendapat dukungan dari semua pelaku usaha. Indonesia National Shipowners' Association (INSA), misalnya, menilai dari sisi logistik akan lebih murah bagi pemerintah untuk membenahi pelabuhan ketimbang membangun JSS.

"Karena dengan bikin JSS maka beban Pantura akan bertambah berat," ungkap Wakil Ketua INSA, Asmari Herry, di Jakarta, Senin (31/3/2014). Dia menjelaskan, adanya akses jembatan Jawa-Sumatera akan membuat animo orang menggunakan angkutan laut bakal berkurang. Akibatnya, beban pemerintah untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan darat akan semakin bertambah.

Catatan Kementerian Pekerjaan Umum, anggaran untuk pemeliharaan Pantura termasuk rekonstruksi dan rehabilitasi menapai Rp 1 triliun per tahun. Di sisi lain, kata Herry, peningkatan distribusi darat juga membutuhkan bahan bakar minyak yang bertambah besar.

Herry memperkirakan, pemerintah hanya butuh separuh anggaran JSS untuk membenahi infrastruktur pelabuhan dan penunjangnya. "Dengan Rp 100 triliun saja untuk pelabuhan fery ini yang tersambung bukan hanya Merak-Bakauheni tapi juga pelabuhan lain," ujar dia.

Bila persoalan penggunaan angkutan laut adalah penumpukan truk di pelabuhan pada saat peak season pengiriman barang seperti yang terjadi selama ini, menurut Herry solusinya adalah menambah pintu penyeberangan di pelabuhan. "Tinggal diperbaiki pelabuhannya. Sekarang ada berapa gate di Merak, 3-4. Bikin 10 gate," ujar dia.

Tags
pelabuhan
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help