Baca Edisi Cetak Bangka Pos

Rudianto Tjen: Langsung Minta Maaf

Ketua KPU Bangka Belitung Fahrurrozi menuding Rudianto Tjen mempolitisir kegiatan monit

Rudianto Tjen: Langsung Minta Maaf
bangkapos.com/agus n
Rudianto Tjen

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Ketua KPU Bangka Belitung Fahrurrozi menuding Rudianto Tjen mempolitisir kegiatan monitoring KPU di Belitung. Dia meminta politisi PDI Perjuangan itu memberikan klarifikasi. Permasalahan ini ditenggarai oleh iklan di sejumlah koran di Bangka Belitung yang memasang foto Fahrurrozi saat sedang berada di RSUD Belitung. Namun beredar komplain dengan foto tersebut yang membuat Fahrurrozi harus meminta Rudianto memberikan klarifikasi.
"Ketika kami monitoring kampanye di Belitung, kami datangi RSUD. Disitu ada acara operasi katarak gratis yang dilakukan Rudianto Tjen," kata Fahrurrozi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/4).
Kehadirannya memastikan kegiatan RSUD bukanlah kegiatan kampanye. Dirinya bertanya pada pasien yang dioperasi, apakah ada dijanjikan sesuatu atau ada yang menyampaikan visi dan misi.
"Saya tanya prosedural, karena kegiatan itu tidak ada STTP, dan bukan jadwal kampanye PDI Perjuangan. Namun besoknya ada foto saya di advertorial sejumlah koran," kata Fahrurrozi.
Menurut dia, kondisinya seolah dipolitisir. Karena foto tidak ada penjelasan kehadiran KPU pada kegiatan itu.
"Padahal kegiatan itu kami monitoring. Usai dari sana kami datang ke kampanye Hanura," ujarnya.
Dirinya meminta Rudianto Tjen melakukan klarifikasi terhadap iklan tersebut.
"Kami tidak mau seolah mendukung calon tertentu. Kalau tidak ada klarifikasi kami akan tuntut," ujarnya.
Rudianto Tjen saat diklarifikasi mengatakan dirinya sudah meminta maaf dengan Rudianto. "Kedatangan pak Fahrurrozi sebenarnya maksud baik. Saya minta maaf kalau memang advertorial yang diterbitkan merugikan beliau," kata Rudianto Tjen.
Rudianto Tjen menilai kondisi itu hanyalah salah paham. Dirinya tidak mau kondisi menjadi tidak baik, dengan permasalahan tersebut.
"Saya sudah ngomong dengan beliau, dan sudah saya jelaskan. Ada salah paham, seharusnya foto beliau diberi keterangan melakukan moinitoring," katanya.
Rudianto Tjen mengatakan KPU mendapat informasi kalau kegiatan operasi katarak disebut kampanye terselubung. Setelah dicek, KPU memastikan tidak ada kegiatan kampanye pada saat itu. (tea)

Simak berita lengkapnya di Bangka Pos/Pos Belitung/Koran BN edisi cetak.

Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved