Menikmati Keindahan Coban Rondo

HUJAN yang masih sering turun tidak menghentikan langkah kami

Menikmati Keindahan Coban Rondo
Kompas.com
Coban Rondo, salah satu keelokan lanskap di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di Malang terdapat sejumlah air terjun dengan kisah dan pesona yang berbeda-beda. 

HUJAN yang masih sering turun tidak menghentikan langkah kami beberapa waktu lalu untuk menikmati keelokan pegunungan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kali ini, kami memilih menikmati keindahan air terjun Coban Rondo di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon.

Wanawisata Coban Rondo berlokasi sekitar 25 kilometer dari Kota Malang atau sekitar 12 kilometer di barat Kota Batu. Waktu tempuh dari Kota Malang ke lokasi sekitar satu jam.

Untuk tiba Coban Rondo, pengunjung bisa naik kendaraan pribadi atau umum dari Kota Malang. Jika naik angkutan umum, pengunjung turun di daerah Patung Sapi Pujon dengan tarif Rp 10.000. Selanjutnya, wisatawan naik ojek motor untuk sampai di kawasan wisata.

Tiket masuk kawasan Wanawisata Coban Rondo Rp 12.000 per orang dan parkir kendaraan Rp 1.000-Rp 3.000. Dari gerbang masuk, pengunjung masih harus menempuh perjalanan berkelok-kelok di tengah hutan pinus sepanjang sekitar 4 kilometer hingga sampai di tempat parkir. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter hingga sampai di lokasi air terjun.

Tinggi air terjun Coban Rondo 84 meter. Obyek wisata ini di bawah pengelolaan Perum Perhutani Malang dan berada di ketinggian 1.135 meter di atas permukaan air laut.

Cukup tingginya air terjun, ditambah tiupan angin, menerbangkan titik-titik air hingga ratusan meter. Semakin mendekati air terjun, pakaian semakin basah terkena titik-titik air yang diterbangkan angin.

Wisatawan tidak hanya bisa menikmati keelokan air terjun, tetapi juga bisa berkemah atau memanjakan anak dengan sejumlah permainan ketangkasan.

Legenda

Coban Rondo pun memiliki legenda menarik yang selalu dikenang. Coban berarti ’air terjun’. Sebagian orang menyebutnya sebagai serapan dari kata cobaan.

Legenda Coban Rondo bermula dari pernikahan Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dengan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Setelah 36 hari pernikahan, Dewi Anjarwati mengajak sang suami untuk berkunjung ke keluarga suaminya di Gunung Anjasmoro. Orangtua Anjarwati sebenarnya melarang karena, menurut keyakinan orang Jawa, pernikahan mereka baru berjalan selapan (35 hari).

Halaman
123
Tags
Pariwisata
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help