BangkaPos/

Rina dan Pudir Akper Saling Tunjuk

Kericuhan terjadi seusai pertemuan antara perwakilan Akper Pangkalpinng

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA --‬ Kericuhan terjadi seusai pertemuan antara perwakilan Akper Pangkalpinng dengan Komisi IV  DPRD Bangka Belitung, Kamis (15/1/2015) sore.

 Pudir I Wahyu Hidayanti dengan anggota DPRD Babel, Rina Tarol berdebat.

Tepat di pintu ruang komisi, kedua perempuan itu saling bertunjuk dengan mengeluarkan kata-kata saling mencela.‬ "Ibu tidak menghormati lembaga ini," kata Rina.

Sementara itu wahyu menuding sikap Rina tidak profesional. "Siapa yang tidak hormat, ibu yang sikapnya yang tidak profesional," balas Wahyu.

Suasana kemudian ditengahi Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Rivai dan beberapa anggota Komisi IV. Beberapa rekan dosen Wahyu juga turut menenangkan suasana.

‪Dikonfirmasi wartawan, Rina mengaku kesal dengan sikap sang pudir yang dinilai arogan. "Kita kan di sini untuk menfasilitasi kedua belah pihak. Kita berusaha untuk mencari solusi yang terbaik. Kok Pudirnya jutek dan ngotot terus saat jalannya pertemuan tadi," keluh Rina.‬

‪Rina menyarankan, Direktur Akper Pangkalpinang dapat mengevaluasi kinerja bawahannya. "Kalau gaya seperti ini terus, berbahaya bagi para mahasiswa. Kita akan sampaikan ke direktur langsung untuk meninjau ulang posisi pudir ini," katanya.‬

‪Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, sebelum pertemuan dilaksanakan, pihaknya mendapat pengaduan dari mahasiswi lantaran mendapat sanksi berat dari pihak kampus berupa skorsing dua semester atau 1 tahun.‬

‪"Kita hanya berharap pihak kampus bisa mempertimbangkan sanksi tersebut. Kasihan para mahasiswi ini, bisa-bisa mereka berhenti kuliah. Kasihlah sanksi yang mendidik. Tapi di sini kami bukan intervensi, namun kewajiban komisi yang membidangi pendidikan," jelas Rina.‬

Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help