Seharusnya Sidang dan Bayar di Tempat

Kepala Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Iwansyah, turun langsung ke pasar pagi untuk membersihkan saluran yang dipen

Seharusnya Sidang dan Bayar di Tempat
kompas.com
Ilustrasi: Di antara sampah yang bertebaran di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014) lalu. 

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Kepala Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Iwansyah, turun langsung ke pasar pagi untuk membersihkan saluran yang dipenuhi sampah dan kotoran. Saluran tersebut nampak dipenuhi tanah dan sampah bekas para pedagang di pasar tradisional ini.

Pantauan harian ini, air dalam saluran tersebut bahkan sudah berwana hitam pekat. Iwansyah, nampak menyingsingkan celana panjangnya dan mengeruk sendimen yang mengendap dalam saluran.

Setelah selesai mengeruk sedimen yang ada di saluran, Iwansyah nampak mengintruksikan anak buahnya untuk membawa mobil pemadam dan menyemprot saluran tersebut supaya tidak mampet. Sesampainya di lokasi ia langsung mengambil selang dan pipa untuk menyemprot saluran tersebut.

Masyarakat yang lalu lalang nampak kaget dengan apa yang dilakukan DKK sore kemarin. Ayu, seorang warga yang sedang berbelanja di ruko yang terletak di depan pasar pagi, sempat memuji kepala dinas tersebut. Pujian ini diberikan Ayu lantaran seorang pejabat turun langsung ke tempat pekerjaan dan bekerja langsung membersihkan sampah.

"Kepala dinas ya, hebat mau turun langsung ke selokan itu, padahal aromanya menyengat sampai sini," ujar Ayu di toko kretek yang berjarak sekitar 15 meter dari saluran yang sedang dibersihkan tersebut.

Pakaian yang dikenakan Iwansyah, nampak dipenuhi kotoran dari saluran. Ia terus menyemprot hingga saluran benar-benar bebas sampah dan sendimen serta air dapat mengalir.

Ditemui usai membersihakan saluran, Iwansyah, mengatakan dirinya cukup miris melihat kesadaran masyarakat yang rendah akan kebersihan. Selain itu ia mengatakan banyak masyarakat yang melapor bahwa DKK tidak bekerja, padahal sampah berserakan dan bak sampah yang disiapkan tidak dimanfaatkan.

"Sampah buang sembarangan, jadi kali ini langsung diangkut pakai mobil, kita lihat kesadaran masyarakat masih kurang, katanya kami dak bekerja, kesadaran pedagang rendah, mereka setelah bayar 2.000 seenaknya mereka buang sampah," kata Iwansyah, Rabu (28/1).

Ditegaskan Iwansyah, seharusnya bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan langsung disidang ditempat karena kesalahnnya. Akan tetapi saat ini lagi-lagi permasalahan PPNS menjadi penyebab tidak ada penindakan.

"Makanya kita belum ada PPNS, mereka yang buang sampah sembarangan bisa langsung sidang di tempat dan bayar di tempat," ujarnya.
Iwansyah mengatakan, dilakukannya pengerukan saluran supaya ketika turun hujan air dalam saluran tidak turun kejalan karena kepenuhan. Oleh sebab itu lah dilakukan penggalian dan penyemprotan.
"Kalau tidak digali airnya melimpah saat hujan turun, karena sendimennya penuh, ini dilakukan sebagai salah satu mencegah banjir, air jangan sampah tumpah ke jalan," tegasnya. (l4)

Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved