Home »

Lokal

» Bangka

Kurtis Pernah Dengar Pengalaman Temannya Tentang Pelayanan BPJS

Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diluncurkan pemerintah menuai beragam kontroversi. Hal ini diakui Anggota DPRD Kabupaten

Kurtis Pernah Dengar Pengalaman Temannya Tentang Pelayanan BPJS
bangkapos.com/nurhayati
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangka Kurtis.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diluncurkan pemerintah menuai beragam kontroversi. Hal ini diakui Anggota DPRD Kabupaten Bangka Kurtis, Selasa (3/2/2015) kepada bangkapos.com di DPRD Kabupaten Bangka.

Dia menilai pelayanan BPJS banyak dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bangka. Masyarakat menurutnya dipersulit dengan berbagai persyaratan untuk bisa dirawat dengan menggunakan kartu BPJS.

"Pernah saya baca artikel BPJS itu seperti arisan bodong tapi saya tidak menilai seperti itu. Banyak keluhan dari masyarakat seperti saya mendengar dari rekan. Dia punya anak yang kuliah di Jawa Barat, anaknya menggunakan kartu BPJS dari sini, untuk menggunakan kartu BPJS disana harus menggunakan surat keterangan dari bupati segala macam, pokoknya harus ada surat keteranganlah. Begitu juga ketika anak kita sakit menderita muntaber ada harus ada syaratnya bisa berobat ke rumah sakit harus 10 kali muntah dan berak dan berapa jam baru bisa dirawat, kalau panas harus berapa derajat, 38 atau 40 derajat baru bisa dirawat, ke dulu mati anak-anak itu," sesal politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Disinggung mengenai keluhan masyarakat yang juga dipersulit untuk mendapatkan kartu BPJS sekarang ini harus antri dan menunggu lama, Kurtis membenarkannya.

"Lucunya juga ketika kita mengurus hari ini sudah bayar dia aktivasinya baru seminggu kemudian. Misalnya saya sudah bayar hari ini umpamanya ada keluarga yang sakit tidak bisa langsung berobat baru seminggu kemudian bisa menggunakan kartu BPJS itu," keluh Anggota Fraksi Persatuan Amanat Sejahtera ini.

Seharusnya dengan banyak masyarakat yang telah sadar untuk masuk BPJS, pelayanan pemerintah di bidang kesehatan lebih baik karena uang yang masuk melalui BPJS juga banyak.

"BPJS yang kita harapkan ideal sebagai masyarakat di tingkat bawah jauh dari harapan kita. Saya kecewa betul," sesal Kurtis.
Dia juga menyayangkan penggunaan ATM untuk membayar angsuran BPJS menurutnya menyusahkan masyarakat karena banyak yang belum paham menggunakan ATM. Namun dari pihak BPJS ingin mengedukasi masyarakat mengguna ATM.

"Kalau saya lihat itu bisnis saja. Belum lagi kesulitan ekonomi masyarakat ketika membuat ATM saja minimal setoran awal menabung di bank Rp 500.000 itu agak berat juga," kata Kurtis dari Fraksi Persatuan Amanat Sejahtera.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help