Masa Aktivasi Kartu BPJS Baru Berlaku Setelah Tujuh Hari

Kepala BPJS Kantor Wilayah Bangka Belitung Sugana mengakui masyarakat

Masa Aktivasi Kartu BPJS Baru Berlaku Setelah Tujuh Hari
bangkapos.com/nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Sabtu (7/2/2015) menyerahkan kartu Bangka Sehat kepada Penerima Bantuan Iuran BPJS di SDN 1 Bukit Layang Desa Bakam.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala BPJS Kantor Wilayah Bangka Belitung Sugana mengakui masyarakat yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan tidak bisa langsung menggunakan kartu BPJS tetapi menunggu selama tujuh hari untuk masa aktivasi kartu.

"Kenapa seperti itu BPJS kesehatan kan memiliki tenggang waktu untuk konsolidasi data. Biar data kita lebih akurat," jelas Sugana menanggapi berbagai keluhan warga mengenai pelayanan BPJS, Minggu (8/2/2015) kepada bangkapos.com.

Menurutnya untuk masuk menjadi anggota BPJS harus satu keluarga yang tertera dalam kartu keluarga karena sifatnya gotong-royong.

"Jika mendaftar yang sakit saja, yang sakit tidak bisa membantu diri sendiri tetapi perlu bantuan yang lain. Harus satu keluarga, satu kk (kartu keluarga-red) harus aktif membantu. Dengan iuran yang hanya per orang tidak cukup tanpa iuran yang lain," papar Sugana.

Untuk biaya pembayaran BPJS kesehatan untuk kelas I sebesar Rp 59.500, kelas II Rp 42.500 dan kelas III sebesar Rp 25.500.

Disinggung mengenai keluhan warga yang tidak bisa mendapatkan pelayanan langsung kesehatan ke rumah sakit seperti dalam kasus muntaber, menurut Sugana, berdasarkan peraturan BPJS kesehatan bersifat indikasi medis atas perintah dokter.

"Ketika dokter bilang darurat dan perlu ditangani segera maka bisa melalui emergency tanpa rujukan dan segera ditangani," kata Sugana.

Namun diakuinya ada kesenjangan pendapat antara masyarakat dengan dokter dimana masyarakat menilai kondisi yang sakit sudah darurat tetapi dokter menyatakan belum gawat darurat.

"Jadi sebenarnya tidak perlu langsung ke rumah sakit tapi ke fasilitas kesehatan tingkat pertamanya dulu misalnya puskesmas atau dokter keluarga yang terdaftar di kartunya," jelas Sugana.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help