Ternyata Ini Cara Handphone Bisa Bikin Ledakan di Pom Bensin

Anda dilarang merokok, menyalakan mesin kendaraan, menelepon, ketika memasuki stasiun pengisian bahan bakar umum (SBPU). Jelas ini berbahaya

Ternyata Ini Cara Handphone Bisa Bikin Ledakan di Pom Bensin
otonesia.co.id
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Anda dilarang merokok, menyalakan mesin kendaraan, menelepon, ketika memasuki stasiun pengisian bahan bakar umum (SBPU). Jelas ini berbahaya, bisa memicu kebakaran di SPBU.

Yang jadi pertanyaan, handphone (HP), tahu gak bagaimana bahaya alat komunikasi ini di SPBU?

Ada penjelasan mengenai bahaya ponsel di SPBU, seperti diberitakan BeritaUnik.Net, berikut penjelasannya:

"HP, ternyata selain mengeluarkan frekuensi tinggi, juga mengeluarkan bunga api (meski kecil, seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm).

Percikan api ini timbul di sekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yang cukup tinggi.

Juga lampu LED (Light Emitting Diode) yg juga mengeluarkan cahaya. LED yang dipakai pada HP berbeda dg LED yang dijual di pasaran elektronika.

LED pada HP ternyata 'telanjang' (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas) beda dengan LED toko yang diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.

Pada saat led menyala, maka akan timbul pijar. Nah pijar dan percikan api dari koil tadi yang kadang-kadang bikin orang jadi berpikir paranoid meledak.

Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin (benzena C4H8O12) di udara terbuka. Tapi, lain cerita jika udara yang ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut.

Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yang cukup kecil tersebut. Efeknya, ledakan.

Kejadian ini sama saja dengan tabung gas yang bocor di dalam rumah. Gas elpiji yang bocor akan menempati bagian bawah rumah (lebih berat dari udara).

Tapi gas elpiji merupakan tingkatan lebih tinggi dari bensin (lebih mudah terbakar atau dengan kata lain oktannya tinggi).

Nah, kalau ada gas elpiji bocor dalam rumah, berarti udara dalam rumah akan jenuh dengan gas elpiji. Maka kita dilarang keras untuk menyalakan lampu listrik.

Sebenarnya bukan lampunya yang bikin terbakar, tetapi percikan bunga api di saklar lampu pada saat kita menyalakan lampu tersebut. Sering terjadi kan kalau kita menyalakan lampu (apalagi yang wattnya tinggi), di saklarnya sering muncul bunga api kecil". (*)

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved