Bareskrim Buka Kembali Kasus Novel, Kinerja KPK Terganggu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mengetahui kasus Novel Baswedan dibuka kembali oleh Bareskrim Mabes Polri

Bareskrim Buka Kembali Kasus Novel, Kinerja KPK Terganggu
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Novel Baswedan saat melakukan pengeledahan bersama penyidik KPK

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mengetahui kasus Novel Baswedan dibuka kembali oleh Bareskrim Mabes Polri.

"Saya tidak tahu itu bagaimana secara administrasinya," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Dengan dibukanya kembali kasus Novel, Zulkarnain mengatakan kinerja KPK akan terganggu. Apalagi, Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto telah ditetapkan sebagai tersangka.‎ Mengenai adanya upaya kriminalisasi KPK, Zulkarnain enggan menjawabnya.

"Saya tidak usah jawab itu, tapi umum bisa menilailah," ungkapnya.

Sebelumnya,‎ Novel Baswedan akan kembali dipanggil ulang oleh Bareskrim Mabes Polri soal penembakan enam tersangka pencuri sarang burung walet pada 18 Februari 2004 kala menjabat Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Bengkulu.

Rikwanto menjelaskan Novel dipanggil terkait kasus lama yakni soal penembakan enam tersangka pencuri sarang burung walet pada 18 Februari 2004 silam.

Lalu saat ditanya mengapa kasus lama kembali dibuka ? Rikwanto menjawab karena memang kasus itu belum kedaluwarsa.

"Kasusnya kan memang belum ditutup. Dulu sempat terhenti karena kemelut waktu dulu. Dan memang kasus itu belum kedaluwarsa," tambah Rikwanto.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help