BangkaPos/

Resensi Buku: Kisah, Kultur dan Tradisi Tionghoa Bangka

Kehadiran buku ini merupakan pelengkap beragamnya budaya yang hidup

Resensi Buku: Kisah, Kultur dan Tradisi Tionghoa Bangka
bangkapos.com/iwan s

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kehadiran buku ini merupakan pelengkap beragamnya budaya yang hidup dan berasimilasi selama ratusan tahun di Pulau Bangka, sekaligus ‎rujukan bagi generasi muda tentang kayanya keberagaman budaya daerah penghasil timah terbesar di dunia ini.

Berawal dari mimpi yang sama tentang Tionghoa Bangka, Rika Theo dan Fennie Lie akhirnya berhasil menelurkan buku Kisah, Kultur dan Tradisi Tionghoa Bangka.

Dua wanita yang memiliki akar yang sama yaitu ibu dari keturunan Tionghoa Bangka, ini memang memiliki latar belakang yang berbeda.

Rika Theo sendiri ‎lahir di Lampung, sementara Fennie Lie yang merupakan mantan wartawan harian Bangka Pos serta jurnalis TV lahir di Pulau Bangka.

Namun kolaborasi keduanya mampu menghasilkan karya yang terbilang komprehensif.

Tak heran penerbit buku sekelas Kompas Penerbit Buku tertarik menerbitkan buku ini.

Buku karya Rika Theo dan Fennie Lie ini sendiri memperkenalkan sosok ‎masyarakat Tionghoa Bangka yang masih mempertahankan kultur dan tradisi.

Lewat buku ini kita akan dibawa memahami cerita dibalik segala macam adat kepercayaan dan sisi kehidupan Tionghoa Bangka.

Pulau Bangka seolah menjadi museum terbuka budaya Tionghoa khususnya suku Hakka. Ratusan kelenteng tua, besar dan kecil, rumah antik berusia ratusan tahun serta beragam tradisi turun temurun masih bertahan hingga saat ini.

Mengutip kata pengantar tokoh masyarakat Tionghoa Bangka Amung Tjandra yang menyitir ucapan Agum Gumelar dia hadapan pengusaha keturunan Tionghoa di Pangkalpinang " Ni sen cai celi, ni cang ta cai celi, celi ni de kuo cia," yang berarti, kamu lahir disini, kamu dibesarkan disini. Disinilah tanah airmu, tanah tumpah darahmu.

Dengan kata lain, cintailah Indonesia, Cintailah Bangka. Tanamkanlah sense of belonging dan berbaktilah pada tempat kelahiranmu.

Sejarah dan asal usul kami memang berawal dari tanah yang lain, namun budaya, adat dan tradisi yang kami wariskan kepada anak cucu iku berkembang seiring kehidupan kami di tanah Bangka.

Tags
Bedah Buku
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help