Sidi Butuh Cool Box Untuk Menyimpan Limbah Ikan Kepetek

Setiap hari sekitar 3-10 ember kaleng cat plastik ukuran 25 kg limbah tulang ikan kepetek berhasil dikumpulkan Sidi, warga Kampung Padang

Sidi Butuh Cool Box Untuk Menyimpan Limbah Ikan Kepetek
Bangkapos.com/Edw
Sidi sedang menjemur limbah tulang ikan kepetek di areal kolan ikannya. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setiap hari sekitar 3-10 ember kaleng cat plastik ukuran 25 kg limbah tulang ikan kepetek berhasil dikumpulkan Sidi, warga Kampung Padang Lalang Kelurahan Air Jukung Kecanatan Belinyu yang membudidaya ikan air tawar lele dumbo dan patin dari sejumlah warga Pulau Pune Belinyu yang bekerja mengeruk isi (daging) ikan kepetek.

"Alhamdulillah kalau mau mengumpulkannya setiap hari ada 3-10 ember bahkan kadang-kadang lebih banyak lagi limbah tulang ikan kepetek yang saya dapat dari warga Pulau Pune. Biasanya limbah tulang ikan ini dibuang begitu saja bila tidak ada yang memanfaatkannya," kata Sidi yang ditemui Bangkapos.com, Senin (23/2/2015) di kebun kolam ikannya di Kampung Padang Siput Belinyu.

Sidi mengaku bila sedang musim banyak ikan kepetek, merasa bingung karena tidak memiliki alat penampung tulang ikan seperti fiber atau cool box agar limbah ikan bisa bertahan lebih lama.

"Kalau cuaca sedang panas, biasanya saya awetkan dengan cara dijemur, kalau sudah kering bisa disimpan dan lebih tahan lama," jelas Sidi.

Sidi berharap Pemkab Bangka melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka, khususnya bidang budidaya perikakan bisa membantu memberikan cool box untuk petani pembudidaya, sehingga bisa menyimpan pakan alternatif seperti tulang ikan kepetek ini.

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved