Warga Cemas, Cicilan Nunggak Lalu Rumah Disita

Massa yang mengatasnamakan Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Bangka Tengah menggelar aksi unjukrasa di halaman

Warga Cemas, Cicilan Nunggak Lalu Rumah Disita
Bangkapos.com/Zulkodri
Ketua DPRD Bateng, Algafry didampingi sejumlah anggota DPRD Bateng lainnya serta dalam pengawalan jajaran Polres Bateng ketika menerima dan mendengarkan aspirasi warga Desa Kurau melalui LAKI Pejuang 45 Kabupaten Bateng, Senin (23/02/2015). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Massa yang mengatasnamakan Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Bangka Tengah menggelar aksi unjukrasa di halaman Gedung Serba Guna Pemkab Bateng, Senin (23/02/2015). Aksi unjuk rasa kali ini terkait keluhan sejumlah warga Desa Kurau mengaku keberatan harus mencicil pembangunan penataan rumah di Desa Kurau sebesar Rp 300 ribu-350 ribu per bulan.

Dalam aksi tersebut, LAKI meminta agar pihak DPRD Bateng dapat memfasilitasi soal pembangunan penataan perumahan tersebut, agar tidak memberatkan masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP LAKI 45, Hasbi Muhamad Ibrahim, didampingi Ketua LAKI Bateng, Budiman meminta program penataan rumah yang diterapkan pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bisa berjalan namun tidak membebani masyarakat.

Hasbi juga menilai kalau memang program penataan rumah di Desa Kurau tersebut, merupakan program pro rakyat, seharusnya tidak memberatkan masyarakat. Penataan tetap dilakukan sementara masyarakat merasa diuntungkan atas keberadaan program pemerintah tersebut.

Dalam audiensi tersebut, Ketua DPRD Bateng, Algafry Rachman mengatakan program penataan perumahan ini, merupakan program pemerintah dan masyarakat.

"Memang program penataan rumah ini, awalnya program pemerintah tetapi kalau tanpa didukung masyarakat, maka program tersebut, juga tidak akan berjalan. Jadi salah besar kalau program ini semata-mata dari pemerintah, tapi banyak dari pihak lain yang kita ajak, supaya turut membantu," ujar Algafry seraya mengatakan bahwa Desa Kurau merupakan salah satu kawasan destinasi pariwisata.

Dilain pihak, Sekda Bateng Ibnu Saleh menyampaikan banyak sekali upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Salah satunya program penataan perumahaan ini, bahkan program ini, sendiri sudah disosialisasikan ke pemerintah pusat dan provinsi.

Terpisah Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman ketika dikonfirmasi soal adanya keluhan warga soal keberatan pembayaran cicilan rumah, mengaku akan menanggapi dengan serius aspirasi warga tersebut.
Bahkan dalam waktu dekat dirinya akan kembali melakukan dialog dengan warga soal program penataan perumahan di Desa Kurau.

Penulis: zulkodri
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help