Wali Kota Risma Satgasus Bongkar Trafficking di Batam

Mafia penjual perempuan gentayangan di Surabaya. Mereka merayu para gadis lugu dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di Batam

Wali Kota Risma Satgasus Bongkar Trafficking di Batam
Warta Kota/Henry Lopulalan
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai kosultasi soal pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2014). 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Mafia penjual perempuan gentayangan di Surabaya. Mereka merayu para gadis lugu dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di Batam.

Ujung-ujungnya, di kota perdagangan ini, para gadis dipaksa menjadi pekerja seks.

Mafia perdagangan gadis ini berhasil dibongkar tim satgas khusus, yang dibentuk secara diam-diam oleh Wali Kota Tri Rismaharini.

Bersama Polrestabes Surabaya, satgas melakukan operasi penyelamatan di Batam.

Lima gadis berhasil dibebaskan dari rumah karantina milik bos prostitusi.

Operasi berlanjut di Surabaya. Tiga warga yang diduga anggota jaringan bos prostitusi ditangkap.

Operasi penyelamatan dilakukan awal Januari 2015, namun informasi itu baru bocor pekan lalu.

Itu setelah dua gadis korban trafficking bersedia bicara, tak lama setelah memberikan kesaksian pada polisi untuk tiga orang kaki tangan yang kini ditahan di Polrestabes.

Ketiga orang itu adalah Mak Tik, Mak Cik, dan suaminya.

Mereka menyuplai gadis pada seorang pengusaha prostitusi di Batam, yang mereka kenal sebagai Mami Merry.

Dua gadis korban perdagangan manusia itu berusaia 24 tahun.

Warga kawasan Tegalsari, Surabaya, itu dijual ke Batam, bersama tiga gadis Surabaya lainnya.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved