Rupiah Terlempar ke Level Terendah sejak 1998

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terlempar ke level terendah sejak 1998, Kamis (5/3). Pada pembukaan pasar kemarin pagi

Rupiah Terlempar ke Level Terendah sejak 1998
tribunnews.com
Ilustrasi: Petugas teller salah satu bank menunjukkan uang rupiah

JAKARTA, BANGKA POS - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terlempar ke level terendah sejak 1998, Kamis (5/3). Pada pembukaan pasar kemarin pagi, rupiah sempat bertengger di level Rp 13.047 per dollar AS.

Di pasar spot, Kamis (5/3) pukul 14.00 WIB, rupiah terhadap dollar AS melemah 0,26 persen menjadi Rp 13.030 dibanding penutupan hari sebelumnya. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia mencatatkan rupiah melemah 0,45 persen di level Rp 13.022.

Research and Analyst PT Fortis Asia Futures Deddy Yusuf Siregar, memaparkan bahwa ambruknya nilai rupiah hingga menembus level Rp 13.000 karena sentimen eksternal yang menekan kencang. Tekanan jelas datang dari kuatnya indeks dollar AS saat ini.

Indeks dollar AS bergerak di kisaran 95,50 yang mendekati level tertingginya dalam sepuluh tahun terakhir. "Momentum ini yang menjadikan daya dorong unggulnya USD," kata Deddy, Kamis (5/3).

Selain itu, ada perkembangan terbaru di pasar bahwa pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed akan terjadi dalam waktu dekat. Lebih cepat dari perkiraan yang beredar selama ini.

"Desakan terbesar bagi AS untuk menaikkan suku bunganya berasal dari Eropa. Salah satunya karena terjadi tarik menarik arus investasi antara AS dan Eropa yang begitu kuat," jabar Deddy.

Amerika khawatir dengan kemungkinan berapa besar arus modal yang akan masuk ke pasar ekuitas Eropa ketika paket ekonomi digelontorkan secara berkala oleh Eropa. Kemarin, Bank Sentral Eropa (ECB) akan melakukan pengesahan dana stimulus sebesar 1,1 triliun euro untuk jangka waktu satu tahun.

Ketika dampak dari stimulus Eropa terbukti mengkhawatirkan investasi di AS, maka AS akan mengambil langkah menaikkan suku bunganya. "Hari ini memuncak karena hari ini ECB akan memberikan kepastian stimulus. Jadi USD bergerak menguat," tambah Deddy.

Sedangkan dari dalam negeri tidak ada daya tahan. "Mengingat lelang SUN juga masih kurang diminati. Keadaan ini membuat internal rupiah malah ikut menekan," jelas Deddy.

Ketidakberdayaan rupiah terhadap gempuran dollar AS ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga penutupan sore kemarin dan hari ini, Jumat (6/3). "Hari ini (kemarin) akan bergerak di antara Rp 12.970 - Rp 13.070," duga Deddy. Sedangkan besok, rupiah bisa bergerak di kisaran support Rp 12.930 dan resistance Rp 13.120.

Halaman
12
Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help