Mansyur Merintis Kampong Seni Belitung

MENDENGAR nama Mansyur Belitung, semua langsung mengarahkan

Mansyur Merintis Kampong Seni Belitung
bangkapos.com/edi
Mansyur

Laporan Wartawan Pos Belitung, Edy Yusmanto

MENDENGAR nama Mansyur Belitung, semua langsung mengarahkan pada sosok pelukis ternama berrambut panjang dan kacamata itu. Kemampuan dan sepak terjangnya menghasilkan karya-karya brilian sudah tidak perlu diragukan lagi.

Sebagai catatan, karya-karya Mansyur tidak hanya dikenal pada level daerah ataupun provinsi saja. Buah karya anak Belitung lulusan sarjana kesenian seni rupa Jakarta ini sudah melanglang hingga ke luar negeri.

Dari semua kenamaan itu, ternyata Mansyur menyimpan tujuan paling mulia sebagai seorang pelukis. Kepeduliannya, kepada negeri tanah kelahiran mendorong dia berpikir keras untuk memajukan kesenian belitung. Dalam setiap berkarya, Mansyur selalu membawa nama belitung sebagai identitas yang tidak bisa ditiadakan.

Mewujudkan Kampong Seni Belitung merupakan dari sekian banyak mimpi Mansyur untuk memajukan kesenian dan pariwisata belitung.

Kampong seni belitung kata Mansyur sudah mulai dirintis. Rencananya, ia bersama pelaku kesenian belitung lainnya akan membangun satu kawasan kesenian di Desa Air Seruk Kecamatan Sijuk.

Saat ini, sosialisasi maupun pendekatan persuasif kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, pihak dusun, desa dan kecamatan terus dilakukan. Ia bersama teman-teman juga tidak lupa meminta pendapat dan masukan dari masyarakat lokal.
Langkah ini kata Mansyur merupakan langkah awal yang bisa menjadi acuan terwujudnya kampong seni belitung. Karena didukung atau tidak, itu sangat menentukan keberlanjutan wacana ini.

"Konsepnya sudah siap. Kami sudah sampaikan ke semua pihak. Syukurlah, semua sangat mendukung," kata Mansyur kepada Pos Belitung, Jumat (7/3).

Kampong seni belitung kata Mansyur didesain dan diarahkan menjadi sumber pariwisata, pendidikan, pengetahuan semua kesenian daerah. Didalam kampong seni akan dibuatkan seperti kios-kios aktif yang dikelola para pelaku kesenian sesuai bidang dan keahliannya masing-masing. Misalnya, seni musik, seni tari, kerajinan, alat musik, puisi atau dialek khas daerah semua ada.

"Penghuninya tentu merupakan para pelaku seni yang benar-benar ingin memajukan belitung. Bukan yang abal-abal atau setengah-setengah. Karena prinsip pembangunannya untuk mengembangkan kesenian belitung," papar Mansyur.

Keseriusan Mansyur untuk membangun kesenian belitung sepertinya bukan hanya isapan jempol belaka. Ia sudah mulai merintisnya dari sekarang.

Karya-karya seni Mansyur yang terpampang di Pasar Seni Jakarta, akan ditariknya ke belitung. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Mansyur lantaran ingin fokus membangun belitung.

"Sudah hampir satu tahun tidak berkarya disana (pasar seni). Kan gak enak sama yang lain. Biarkan tempat itu dimanfaatkan pelaku seni lain. Saya ingin fokus di belitung," jelas Mansyur.

Di galeri tanjungpendam belitung, Mansyur sudah mulai menularkan virus-virus kesenian kepada anak-anak sekolah dasar. Ia membuatkan meja kayu, menyediakan alat lukis dan turun langsung mendidik anak-anak ini. Biasanya, setiap sabtu dan minggu banyak anak-anak dari berbagai daerah memadati galeri ini.

"Saya ingin anak-anak belitung bisa dan membanggakan daerah dengan karya-karyanya. Bukan lagi pada level kecamatan melainkan nasional bahkan internasional. Semua itu harus dimulai dari sekarang," jelas Mansyur.

Tags
Pelukis
Penulis: ediyusmanto
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved