Ibu Kades Berbura Berurai Air Mata

Ny Sumiati berurai airmata ketika memberi kesaksian di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin (16/3/2015).

Ibu Kades Berbura Berurai Air Mata
Bangkapos.com/Fery Laskari
Ilustrasi: Puluhan ibu rumah tangga (IRT) rela berdesakan hingga di luar ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin (16/3/2015). Mereka datang ke pengadilan itu hanya sekedar ingin menyaksikan proses hukum pada Meli Susanti, terdakwa penipuan berkedok arisan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ny Sumiati berurai airmata ketika memberi kesaksian di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin (16/3/2015). Kepala Desa (Kades) Berbura Kecamatan Riausilip Bangka itu seolah tak kuasa membendung emosi, sedih dan berbagai rasa yang berkecamuk dalam benaknya. Tak hanya Bu Kades yang menoreh kemarahan, tapi sejumlah ibu rumah tanggal (IRT) yang jadi korban penipuan Meli Susanti, ikut bersaksi.

Pantauan bangkapos.com, sesaat sidang kali ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, tampak puluhan IRT asal Berbura dan Pugul Riausilip memadati pengadilan itu. Mereka 'menyerbu' pengadilan hanya sekedar ingin tahu sejauh mana proses hukum pada Terdakwa Meli Susanti, si penipu itu. Bahkan mereka rela berdesak-desan di luar ruang sidang, ketika Meli diadili.

Usai Jaksa (JPU) membacakan surat dakwaan, satu persatu-satu IRT yang jadi korban, dipanggil di muka sidang. Salah satu korban adalah Kades Berbura Riausilip, Ny Sumiati. Dengan rona wajah memerah, Sumiati mengeluarkan unek-uneknya. Sesekali ia berucap diselingi tetes airmata kekesalan pada Meli, yang sebenarnya masih tergolong kerabatnya sendiri.

Kepada Majelis Hakim dipimpin Qori Oktarina, sang kades berucap sesuai fakta. Menurut Sumiati, tak hanya dirinya, tapi puluhan IRT jadi korban penipuan Terdakwa Meli Susanti. Uang yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun kini raib entah kemana. Meli si pelaku tak dapat mengembalikan uang itu hingga kasus ini berujung di meja hijau.

"Saya tidak menyangka dia (Terdakwa Meli Susanti) berbuat begitu. Padahal semasa kecilnya, dia (Terdakwa Meli Susanti), saya yang mengendongnya. Dulu dia tidak pernah berbuat seperti ini. Tapi entah bagaimana, sekarang bisa begini. Bukan saja saya yang dia tipu, tapi banyak warga kami yang jadi korban," kata Sumiati membuka kesaksiannya di hadapan hakim dan Jaksa Penuntut Umum Pengganti (JPUP) Cabjari Belinyu, Rony.

Awalnya kata Sumiati, ia sempat ragu untuk menanam investasi berkedok arisan kepada Terdakwa Meli Susanti, IRT asal Desa Pugul Riausilip itu. Apalagi, uang puluhan juta yang ia kumpulkan selama ini diperoleh dengan susah payah. Uang itu rencananya akan digunakan Sumiati untuk pergi ke tanah suci, Mekkah guna menjalankan ibadah umroh bersama keluarga. Tapi, bujuk rayu Terdakwa Meli membuat Sumiati jadi lupa segalanya. "Selama tujuh tahun saya jadi Kades belum pernah saya kumpulkan uang Rp 60 juta seperti ini. Tapi setelah terkumpul, malah jadi begini," kata Sumiati mengusap airmata.

Sebelum menyerahkan uang Rp 60 juta kepada Terdakwa Meli Susanti, Sumiati mengaku sempat mengingatkan Meli. "Saya sudah bilang ke dia (Terdakwa Meli Susanti) bahwa uang ini untuk umroh. Tapi Meli selalu bilang uang itu bisa diambil pada bulan 12 (2014). Tapi kenyataannya begini," kata Sumiati sesenggukan menahan kekecewaan.

Tak hanya Kades Berbura Sumiati. Yang menyesalkan perbuatan Meli Susanti, tapi sejumlah IRT lainnya. Di hadapan hakim, mereka menyebut fakta serupa. Hanya saja beberapa diantara korban mengaku sempat menerima keuntungan semacam bunga dari Terdakwa Meli Susanti sebagai langkah tipu muslihat. "Beberapa diantara kami sempat menerima keuntungan, tapi uang pokoknya belum juga dibayar," kata IRT lainnya, yang juga korban di perkara ini. Bahkan ketika dikonfirmasi usai sidang, sejumlah korban, rata-rata IRT asal Desa Berbura dan Pugul Riausilip, menyatakan hal serupa. "Kami ini ditipu," kata sejumlah IRT ditemui Bangkapos.com, usai sidang kasus penipuan benilai total sekitar Rp 2 miliar.

Sementara Meli Susanti masih diupayakan konfirmasinya terkait kesaksian korbannya kali ini. Hingga berita ini diturunkan, Senin sore belumlah diperoleh tanggapannya.

Penulis: ferylaskari
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved