Home »

Lokal

» Bangka

Harga Karet Anjlok, Petani Semakin Terpukul

Anjloknya harga getah karet sebagai komoditas andalan warga pedesaan, membuat penghidupan warga Desa Kace Kecamatan Mendobarat

Harga Karet Anjlok, Petani Semakin Terpukul
net
Ilustrasi: Petani sedang menyadap karet 

‎Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Anjloknya harga getah karet sebagai komoditas andalan warga pedesaan, membuat penghidupan warga Desa Kace Kecamatan Mendobarat dan desa-desa sekitarnya menjadi semakin sulit.

Apalagi karet merupakan sandaran penghidupan utama masyarakat setelah berkurangnya aktifitas Tambang Inkonvesional (TI).

Sementara untuk tanaman lada yang harganya saat ini menjanjikan, belum bisa dinikmati warga setempat karena mereka sendiri baru dalam proses kembali lagi berkebun lada.

Syarbani Kades Kace mengaku dengan anjloknya harga karet masyarakat desa sangat terpukul sekali.

"Kalau (harga) karet tinggi kita bisa lihat pasar ramai. Ini sepi kalau dulu krisis moneter tahun 98 dulu kita aman-aman saja karena karet harganya tinggi dan lada tinggi. Ini lada tinggi yang punya sedikit, 20 persen saja tidak sampai, dibawah 10 persen.‎ Untuk lada masyarakat kebanyakan sekarang baru mulai lagi, dua tahun lagi baru panen," ungkap Syarbani, Senin (23/3).

Ia tidak menampik, anjloknya harga karet sejak tahun 2014 lalu menyebabkan beberapa warga setempat mengalih fungsikan kebun karetnya menjadi tanah kapling untuk pemukiman.

"Terutama kebun yang dekat pemukiman. Tapi saat ini kapling juga sepi. Kalau dulu saat ekonomi bagus banyak pedagang ngambil tanah kapling," jelasnya.

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help