BangkaPos/

Kamp Pengungsi Dihujani Serangan Udara

Sebuah kamp pengungsi di bagian barat laut Yaman dihujani serangan udara sehingga sedikitnya 40 orang tewas, sebut sejumlah pekerja bada

YAMAN, BN -- Sebuah kamp pengungsi di bagian barat laut Yaman dihujani serangan udara sehingga sedikitnya 40 orang tewas, sebut sejumlah pekerja badan kemanusiaan. Serangan udara terhadap kamp Al-Mazrak, yang menampung warga sipil di tengah konflik antara kubu penberontak Houthi dan pemerintah Yaman, juga mencederai sekitar 200 orang. Organisasi Migrasi Internasional (IOM) semula menyebut 45 orang tewas akibat serangan tersebut, namun jumlah itu direvisi menjadi 40 orang.

Lembaga Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan 29 korban tewas dan 34 korban cedera telah dibawa ke rumah sakit dekat kamp pengungsi. Manajer kawasan Timur Tengah MSF, Pablo Marco, menyatakan sebanyak 500 keluarga baru datang ke kamp tersebut selama dua hari terakhir karena pertempuran semakin sengit.

Pelaku serangan sampai saat ini belum diketahui. Media pemerintah Yaman mengatakan pesawat Arab Saudi yang melakoni serangan, sedangkan Menteri Luar Negeri Yaman Riad Yassin mengatakan serangan artileri Huthi patut disalahkan. Pertempuran antara kubu pemberontak Huthi dan pasukan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi berjalan kian sengit.

Serangan udara dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi atas posisi-posisi Houthi di sembilan dari 12 provinsi di Yaman, antara lain untuk mencegah kelompok tersebut menguasai Aden, yang menjadi ibu kota sementara pemerintahan setelah Houthi berhasil merebut ibu kota Sanaa.

Pemberontak Huthi tidak mau kalah. Mereka dilaporkan melancarkan penetrasi di daerah pinggir Kota Aden. Abdul Malik al-Houthi, pemimpin kubu pemberontak Houthi, menolak menyerah dan menyebut serangan Arab Saudi sebagai agresi yang tidak bisa dibenarkan.

Kelompok syiah Huthi yang berupaya menggulingkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi -yang sudah mengungsi ke Arab Saudi-disebut-sebut mendapat bantuan dari Iran.
Namun pemerintah Teheran dan kelompok pemberontak Houthi berulang kali membantah tuduhan itu.(kcm)

Editor: emil
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help